UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Belajar Tentang Islam, Cara Kelompok Penulis Muda Katolik Cegah Kesalahpahaman

Juli 30, 2018

Belajar Tentang Islam, Cara Kelompok Penulis Muda Katolik Cegah Kesalahpahaman

Agenda 18, kelompok penulis dan jurnalis muda Katolik. Mereka menginisiasi kegiatan demi memperdalam pemahaman orang-orang Katolik tentang beragam konsep dalam Islam.

Agenda 18, komunitas penulis muda Katolik menginisiasi kegiatan pendalaman tentang Islam, hal yang mereka sebut diinsipirasi oleh kata-kata Paus Fransiskus, juga sebagai bagian dari upaya saling mengenal demi menghindari kesalahpahaman dalam relasi antaragama.

Stella Anjani, humas komunitas ini menyatakan, kegiatan ini berupaya menangkap pesan yang disampaikan Paus Fransiskus pada perayaan Idul Fitri 1439 H tahun ini, yang mengajar orang Kristen dan Muslim untuk “melangkah dari kompetisi menjadi kolaborasi.”

Kolaborasi yang diharapkan Paus Fransiskus, kata dia, pada prakteknya, tidak mudah diwujudkan jika tidak disediakan ruang untuk saling mengenal lebih dalam.

“Ruang-ruang digital masa kini, terutama media sosial, seringkali hanya memperkenalkan hal-hal yang ada di permukaan dari nilai-nilai antar agama. Tidak jarang kedangkalan informasi berkontribusi dalam pembentukan kesan yang kurang tepat antaragama,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima UCAN Indonesia.

Ide menggelar kegiatan seperti ini, kata dia, juga merespon aksi bom bunuh diri di Surabaya oleh satu keluarga pada Mei lalu yang menyasar satu Gereja Katolik dan dua Gereja Protestan, yang kemudian menyebabkan timbulnya sentimen negatif terhadap umat Muslim.

Mengangkat tema “Tentang Mengenal yang Lain,” kelompok ini akan menghadirkan tokoh-tokoh dari organisasi Islam moderat untuk memaparkan materi dalam kelas yang berlangsung setiap Sabtu sejak 4 Agustus hingga 25 Agustus.

“Ini adalah kegiatan belajar untuk mengajak umat Katolik pada khususnya agar membuka diri terhadap umat Muslim, yang merupakan komunitas mayoritas di Indonesia,” kata Stella.

“Kegiatan belajar ini diharapkan mampu mengubah perspektif lama tentang Islam dan menjembatani dialog harmonis antaragama,” lanjutnya.

Para pemateri yang akan mengisi total empat kali pertemuan adalah Alamsyah M Djafar, peneliti The Wahid Foundation; Achmad Nurcholish, aktivis LSM Pusat Studi Agama dan Perdamaian-ICRP; Subhi Azhari, peneliti The Wahid Foundation), Mohammad Monib, Pengasuh Pesantren Fatihatul Quran, Bogor,  Mukti Ali Qusyhairi (Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jakarta), dan beberapa pembicara lainnya yang berjejaring dengan The Wahid Foundation.

Sejumlah topik yang akan dibahas, antara lain termasuk tentang Islam dan perdamaian, relasi agama dan terorisme, jilbab dan cadar, poligami dalam Islam; negara khilafah, peta gerakan Islam di Indonesia dan peta jalan menuju Indonesia yang damai.

“Selama kegiatan belajar, para peserta juga didorong untuk menulis hasil pembelajaran sehingga terwujud budaya literasi untuk perdamaian dan toleransi,” kata Stella.

Tulisan terbaik, jelasnya, akan dipublikasi di beberapa media Katolik dan disebarluaskan juga melalui akun media sosial Hits OMK dan OMK Indonesia.

Kegiatan belajar ini, di mana peserta dikenakan biaya Rp 400.000 dan bagi yang daftar berdua dapat diskon menjadi Rp. 750.000, berlangsung di Gedung Karya Pastoral Keuskupan Agung Jakarta.

Hingga hari ini, sudah ada tujuh orang yang mendaftar dan panitia masih membuka kesempatan bagi yang berminat, dengan mengisi langsung di form bit.ly/regkenalyanglain.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi