UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Usulan Menghapuskan Pengakuan Dosa bagi Umat Kristen India

Juli 30, 2018

Usulan Menghapuskan Pengakuan Dosa bagi Umat Kristen India

Sebuah agensi federal India telah mengusulkan penghapusan sakramen pengakuan dosa dengan alasan bahwa para pastor Kristen menyalahgunakannya untuk memeras dan menggoda  wanita, tetapi para pejabat Gereja menyatakan  bahwa rencana itu adalah campur tangan yang tidak perlu dalam urusan beragama.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, sebuah lembaga yang melindungi kepentingan perempuan, juga telah mengajukan penyelidikan ke federal untuk dua kasus pemerkosaan dan serangan seksual yang melibatkan imam dari dua Gereja Kristen di Kerala, menurut laporan media.

“Para imam menekan para wanita untuk menceritakan rahasia mereka dan kami memiliki satu kasus seperti yang kami tangani. Harus ada lebih banyak kasus seperti itu dan apa yang kami tangani saat ini hanyalah puncak gunung es,” kata ketua komisi, Rekha Sharma.

Komisi itu menyelidiki klaim seorang pria bahwa empat imam Gereja Ortodoks Suriah menggunakan rahasia pengakuan istrinya untuk memeras dan mengeksploitasinya secara seksual.

Komisi itu juga menyelidiki sebuah laporan pada 29 Juni oleh seorang biarawati Katolik berusia 48 tahun bahwa Uskup Franco Mulakkal, uskup Keuskupan Jalandhar di Punjab memperkosanya empat tahun lalu. Dia menuduh sang uskup memperkosanya 13 kali lagi selama dua tahun berikutnya pada kunjungannya ke Kerala.

Kedua kasus itu sekarang sedang diselidiki polisi. Komisi itu membentuk panel independen untuk menyelidiki mereka dan mengirim temuannya kepada Perdana Menteri Narendra Modi, Menteri Dalam Negeri Rajnath Singh, Menteri Wanita dan perkembangan Anak Maneka Gandhi dan kepala departemen kepolisian di Kerala dan Punjab.

Para uskup India mengatakan bahwa usulan komisi untuk membatalkan pengakuan doa adalah campur tangan yang tidak beralasan dalam urusan orang Kristen.

“Bukan urusan mereka untuk mencampuri urusan agama orang Kristen,” kata Uskup Theodore Mascarenhas, sekretaris jenderal Konferensi Waligereja India.

Dia mengatakan tuduhan penyalahgunaan pengakuan untuk seks adalah “yang paling langka dari yang langka” dalam sejarah Gereja dan “generalisasi dan stigmatisasi untuk seluruh komunitas atas dugaan kelakuan buruk dari beberapa orang benar-benar tidak adil dan tidak beralasan.”

Dewan uskup regional di Kerala mengatakan, usulan itu “mengejutkan tidak hanya orang Kristen tetapi semua orang yang membela kebebasan beragama.”

Dewan itu mengatakan komisi bertindak tidak bertanggung jawab dan dengan motif tersembunyi ketika membuat proposal itu secara sepihak pada subjek yang tidak memiliki mandat.

Penyelidikan komisi terhadap kasus-kasus kriminal di bawah penyelidikan polisi menunjukkan “agenda politik tersembunyi dan sifat komunal” dari individu-individu yang telah menyerahkan laporan itu, kata dewan tersebut.

Para pemimpin Kristen telah mengeluh bahwa sejak Modi berkuasa dengan Partai Bharatiya Janata (BJP) pro-Hindu tahun 2014, kekerasan dan pelecehan terhadap orang Kristen telah meningkat. Kelompok dan pejabat Hindu dituduh meningkatkan kegiatan anti-Kristen untuk mempercepat tujuan mereka menjadikan India negara yang hanya beragama Hindu.

Mgr Leo Cornelio, uskup agung Bhopal mengatakan, komisi itu tidak memiliki alasan untuk meminta “penghapusan sesuatu yang dianggap Kristen sebagai sesuatu yang suci hanya karena penyimpangan.”

“Yang kami butuhkan adalah tindakan korektif daripada menggeneralisasi satu atau dua insiden dan menghapuskan praktik yang telah teruji waktu seperti pengakuan dosa,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi