UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Sebuah Negara Bagian di India  “Memperlakukan Orang Kristen Sebagai Teroris”

Juli 31, 2018

Sebuah Negara Bagian di India  “Memperlakukan Orang Kristen Sebagai Teroris”

Para suster menghadiri perayaan Minggu Palma di Jharkhand, ibukota Negara Bagian Ranchi, India timur laut. (Foto: AFP)

Sembilan uskup Katolik di Negara Bagian Jharkhand, timur laut India, telah meminta intervensi federal untuk menghentikan orang-orang Kristen diperlakukan seperti teroris karena mereka dituduh melecehkan  pemerintah negara bagian itu.

Para uskup mengatakan kepada Gubernur Draupadi Murmu, yang merupakan wakil dari presiden India, bahwa pemerintah negara yang dipimpin oleh Partai Bharatiya Janata  (BJP) telah menggunakan Densus Anti-Terroris (ATS) untuk menyelidiki lembaga-lembaga Kristen.

Pada 30 Juli, tiga hari setelah pertemuan dengan Murmu, mereka juga mengirim nota ke Menteri Dalam Negeri Rajnath Singh untuk meminta bantuannya mengenai masalah ini.

“Kami sekarang diperlakukan sebagai teroris dan pejabat ATS sedang mengejar kami seolah-olah kami terlibat dalam kegiatan teroris,” kata Uskup Auksilier Telesphore Bilung dari Ranchi, yang mengatur pertemuan itu, kepada ucanews.com.

Prelatus itu mengatakan selama beberapa bulan terakhir, polisi telah menangkap orang-orang Gereja dengan tuduhan palsu dan para penyelidik telah menyerbu kelompok-kelompok Kristen dalam “pelecehan yang disponsori oleh negara”.

Dalam beberapa kasus, ATS memberikan maklumat pada lembaga Kristen dan memerintahkan mereka untuk melaporkan rincian keuangan dalam 24 jam, kata uskup.

Juru bicara polisi negara bagian R. K. Mallick menyatakan klaim para pemimpin Kristen sebagai “tidak masuk akal”.

Penyelidikan dilakukan atas perintah kementerian dalam negeri untuk menyelidiki 88 LSM  Kristen di negara bagian itu, katanya kepada perwakilan media.

Kepala ATS dan kepala Departemen Investigasi Kejahatan (CID) adalah orang yang sama.

“Pemberitahuan mungkin telah dikeluarkan oleh dia di atas kop surat ATS, tetapi sebenarnya CID yang sedang melakukan penyelidikan,” kata Mallick.

Penyelidikan federal datang setelah ada dugaan dari pemerintah negara bagian dan kelompok-kelompok Hindu yang berpengaruh bahwa lembaga-lembaga Kristen mengalihkan dana untuk tujuan mengamankan konversi keagamaan yang melanggar hukum negara.

Juga diklaim bahwa dana digunakan untuk mendukung gerakan suku Pathalgadi yang sedang berjuang untuk  otonomi lebih besar dari pemerintah federal dan negara bagian.

Orang-orang Kristen menjadi sasaran karena iman mereka dan menghadapi serangan-serangan kekerasan, tuduhan-tuduhan palsu dan tindakan sewenang-wenang oleh berbagai pejabat pemerintah, kata memorandum itu kepada menteri dalam negeri federal.

Sekjen  Konferensi Waligereja  India, Uskup Theodore Mascarenhas, telah membagikan salinan memorandum tersebut dan membenarkan bahwa surat itu dikirim ke menteri dalam negeri federal.

Lembaga-lembaga ini, bekerja untuk orang miskin, menerima pendanaan luar negeri melalui bank sesuai dengan Undang-Undang Kontribusi Luar Negeri India (Peraturan) dan menyerahkan laporan audit mereka setiap tahun kepada pejabat federal serta mengajukan pengembalian pajak penghasilan secara teratur, kata memorandum tersebut.

Ini mengejutkan bahwa penyelidikan kriminal telah diluncurkan meskipun pemerintah federal telah memverifikasi semua akun dan memperbarui izin untuk menerima dana, tambahnya.

Uskup Mascarenhas mengatakan ini mengkhawatirkan bahwa beberapa LSM  menerima dana asing, tetapi hanya orang Kristen yang diselidiki.

“Pemerintah melakukan kekerasan terhadap mereka yang memiliki ideologi berbeda, dan itu tidak baik untuk negara kita,” katanya kepada ucanews.com.

Para pemimpin Kristen mengatakan pemerintah negara bagian mendukung ideologi kelompok Hindu yang berjuang untuk menjadikan India sebagai negara yang berlandaskan Hindu.

Jharkhand memiliki hampir satu juta orang Kristen, hampir semuanya masyarakat suku, dengan populasi 32 juta.

Para pemimpin Gereja percaya bahwa pemerintah marah atas pemimpin Kristen yang memainkan peran penting dalam menghalangi amandemen dua undang-undang negara bagian yang melindungi tanah suku.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi