UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pacquiao “Tinju” Sikap Vatikan Terkait Hukuman Mati

Agustus 6, 2018

Pacquiao “Tinju” Sikap Vatikan Terkait Hukuman Mati

Sejumlah mahasiswa sebuah universitas Katolik di Manila menggelar aksi protes menentang pemberlakuan kembali hukuman mati di Filipina. (Foto: Jhun Dantes)

Juara tinju Emmanuel “Manny” Pacquiao – yang juga seorang senator Filipina yang sangat vokal tentang iman Kristen yang dianutnya – menyerang pernyataan yang disampaikan Vatikan pekan lalu terkait hukuman mati.

Pemain tinju itu mengatakan ia memiliki beberapa ayat Kitab Suci yang bisa mendukung advokasinya terkait pemberlakuan kembali hukuman mati di Filipina meskipun ada pernyataan dari Paus Fransiskus yang menentang hukuman mati sepenuhnya.

Pacquiao mengatakan Kitab Suci mengijinkan hukuman mati untuk orang-orang yang melakukan kejahatan mengerikan. Hukuman mati juga ada dalam konstitusi Filipina, katanya.

“Ini bukan tentang kita, apa yang saya pikirkan atau apa yang saya inginkan. Ini ada dalam Kitab Suci dan dalam konstitusi kita, maka seharusnya tidak ada masalah,” kata senator itu.

Dalam sebuah wawancara radio pada Sabtu (4/8), ia mengatakan isu itu akan dibahas dalam Senat “agar bisa dijelaskan secara mendalam dan iman semua orang bisa tercerahkan.”

Senator itu telah menekan persetujuan sebuah undang-undang (UU) yang akan memberlakukan kembali hukuman mati di negara itu sebelum akhir tahun ini.

Hukuman mati dilarang di negara berpenduduk mayoritas Katolik itu sejak 2006.

Namun Pacquiao mengatakan kasus perdagangan narkoba, pemerkosaan yang disertai pembunuhan, penculikan untuk uang tebusan dan perampokan yang disertai pembunuhan layak mendapatkan hukuman mati.

Rodolfo Diamante dari Komisi untuk Penjara dan Pelayanan Pastoral Konferensi Waligereja Filipina memberikan perlawanan dan menyebut pernyataan senator itu sebagai “interpretasi yang tidak benar” atas Kitab Suci.

“Sangat disayangkan,” kata Diamante. Menurutnya, “interpretasi yang tidak benar semacam itu berbahaya” karena “menjerumuskan publik.”

“(Pacquiao) dipilih masyarakat untuk melindungi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat … bukan menghancurkannya,” katanya.

Ia menyarankan agar senator itu meminta stafnya untuk melakukan “penelitian yang solid” sebelum membagikan pandangannya terkait suatu isu.

Pekan lalu Vatikan menyetujui perubahan dalam teks katekismus Katolik yang sebelumnya menerima hukuman mati “sebagai jalan terakhir.”

Teks baru itu mengakui bahwa “martabat seseorang tidak hilang bahkan setelah melakukan kejahatan yang sangat serius.”

Paus Fransiskus menentang hukuman mati. Ia mengatakan hukuman mati secara fundamental menentang ajaran Kristus karena tidak memiliki peluang akan penebusan, tidak memberi keadilan bagi korban dan mengandung balas dendam.”

Pada Januari tahun lalu, Pacquiao mengutip Kitab Suci untuk mendukung hukuman mati dan mengatakan bahwa Yesus Kristus bahkan dihukum mati karena pemerintah memberlakukan hukuman mati.

Presiden Rodrigo Duterte juga berniat memberlakukan kembali hukuman mati. Dalam pernyataan baru-baru ini, Istana Presiden mengatakan pemerintah akan berusaha melakukan “persuasi lembut” untuk meyakinkan para senator agar mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) yang akan memberlakukan hukuman mati.

Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan RUU yang memberlakukan hukuman mati tahun lalu. Sebuah peraturan dari para senat dibutuhkan untuk menjadikan RUU itu sebagai UU.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi