UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Plafon Gereja Mataram Runtuh Akibat Gempa Bermagnitudo 7,0 di Lombok

Agustus 6, 2018

Plafon Gereja Mataram Runtuh Akibat Gempa Bermagnitudo 7,0 di Lombok

Dalam foto ini, plafon gereja Paroki St. Maria Immaculata nampak runtuh akibat gempa bermagnitudo 7,0 yang menggoncang Pulau Lombok pada 5 Agustus. (Foto: Pastor Laurensius Maryono/Paroki St. Maria Immaculata)

Gempa berkekuatan 7,0 skala Richter menggoncang Pulau Lombok di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8) dan menewaskan sedikitnya 91 orang dan menciderai lebih dari 200 orang lainnya serta mengakibatkan kerusakan terhadap ribuan bangunan termasuk gereja.

Gempa yang juga menggoncang Pulau Bali itu terjadi seminggu setelah gempa bermagnitudo 6,4 melanda wilayah tersebut pada 29 Juli ketika sedikitnya 16 orang tewas dan 355 orang cidera serta lebih dari 5.100 orang terpaksa mengungsi.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterima oleh ucanews.com pada Senin (6/8) bahwa fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan dan pertolongan para korban serta pemenuhan kebutuhan dasar. Kebutuhan mendesak saat ini mencakup tenaga medis, air bersih, selimut, tikar, makanan siap saji dan layanan trauma healing.

Di antara bangunan yang rusak adalah gereja Paroki St. Maria Immaculata di Mataram, ibukota Propinsi NTB.

“Gempa kali ini lebih kuat dari gempa sebelumnya. Plafon gereja rusak namun bangunan tetap berdiri. Dinding gereja kuat, tidak ada yang retak,” kata Pastor Laurensius Maryono, pastor paroki, kepada ucanews.com.

“Umat aman. Tidak ada aktivitas di dalam gereja (saat terjadi gempa). Gereja dalam keadaan kosong,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa sejumlah umat paroki dan orang muda secara spontan membersihkan reruntuhan plafon pada Senin (6/8) pagi.

“Hari ini Misa harian ditiadakan karena (kondisinya) parah sekali. Besok bisa dimulai lagi di aula untuk sementara waktu,” katanya, seraya menambahkan bahwa renovasi akan segera dimulai.

Menurut Pastor Maryono, tim tanggap darurat paroki telah berkoordinasi dengan tim tanggap darurat dari Keuskupan Denpasar untuk mempersiapkan bantuan bagi para korban.

“Tim akan melakukan survei ke Lombok Utara dan Lombok Timur, pusat gempa. Kami melanjutkan kembali apa yang telah dilakukan. Kami mencari data baru untuk aktivitas kepedulian kami,” katanya.

Sementara itu, gereja Paroki Katedral Roh Kudus di Denpasar, Propinsi Bali, mengalami kerusakan ringan akibat gempa tersebut.

“Pada saat itu goyang. Hanya ornamen-ornamen batu tempel yang jatuh. (Kerusakannya) hanya sekitar satu persen dari bentuk total bangunan dalam katedral,” kata Sofyan, seorang anggota Dewan Pengurus Paroki, kepada ucanews.com.

“Tembok aman. Masih kokoh. Bahkan tadi pagi jam 06:30 WITA kami mengadakan Misa harian pagi,” katanya.

Meskipun demikian, ia mengatakan tim pembangunan paroki akan mempelajari kerusakan lebih lanjut.

Menurut laporan, lebih dari 130 gempa susulan terjadi pasca-gempa tersebut.

Kristoforus Manse dari Paroki St. Maria Immaculata di Mataram mengatakan ia harus tidur di sebuah lapangan terbuka bersama ratusan warga lainnya setelah gempa menggoncang wilayah itu.

“Kami takut akan gempa susulan dan tsunami,” katanya kepada ucanews.com.

Ia mengatakan ia tinggal di sebuah rumah yang terletak sekitar 500 meter dari bibir pantai.

“Setelah gempa, semua orang bingung mau lari kemana karena ada peringatan tsunami,” katanya.

Namun peringatan tsunami dicabut sekitar dua jam kemudian.

 

One response to “Plafon Gereja Mataram Runtuh Akibat Gempa Bermagnitudo 7,0 di Lombok”

  1. Jenny Marisa says:

    Syukur pada waktu kejadian tidak ada umat di gereja..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi