UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ribuan Keluarga Asal Pakistan Ditolak Visanya Bertemu Paus Fransiskus di Irlandia

Agustus 6, 2018

Ribuan Keluarga Asal Pakistan Ditolak Visanya  Bertemu  Paus Fransiskus  di Irlandia

Umat Katolik  di Pakistan terkejut  setelah pemerintah Irlandia menolak visa mereka untuk menghadiri Pertemuan Keluarga Internasional  yang akan datang.

Sekitar 10.000 keluarga  dari seluruh negeri itu – 600 dari Keuskupan Agung Karachi  mengajukan visa untuk  mengadiri acara 21-26 Agustus di Dublin yang akan dihadiri oleh Paus Fransiskus. Namun, semua pengajuan  mereka ditolak.

Pastor Anthony Abraz, pastor Paroki  Gembala Baik di Karachi, adalah salah satu dari enam imam yang permohonan visanya ditolak karena tidak memberikan bukti hubungannya dengan, atau bepergian ke acara serupa sebelumnya.

“Petugas visa telah menemukan bukti yang tidak cukup mengenai kewajiban keluarga, sosial, ekonomi atau kewajiban lain yang kuat untuk kembali ke negara asal mereka,” menurut tanggapan konsulat Irlandia di Karachi kepada para keluarga tersebut.

Mereka  juga menyatakan ketidakpuasan atas tujuan mereka untuk bepergian ke Irlandia, situasi keuangan, keadaan keluarga, detail pekerjaan, riwayat perjalanan, tuan rumah di Irlandia dan jadwal perjalanan.

“Semua aplikasi seharusnya dinilai berdasarkan kasus per kasus,” kata Pastor Abraz, ia menambahkan bahwa dua kelompok awam menerima surat dengan isi yang sama.

“Kami telah dengan hati-hati memilih calon peziarah, termasuk kepala sekolah dan direktur LSM, dari kelas eksekutif. Kardinal Joseph Coutts dari Karachi hanya memberikan surat rekomendasi kepada mereka yang tidak tertarik mencari suaka.”

Samuel Sarfraz, yang bekerja di sebuah perusahaan farmasi di kota Multan, provinsi Punjab, menjual tanah perumahan untuk tambahan 300.000 rupee (US $ 2.420) untuk aplikasi visa yang tidak dapat dikembalikan dan biaya pendaftaran untuk keluarganya yang terdiri dari tiga anak untuk menghadiri acara di Irlandia.

“Ini adalah konspirasi untuk mengambil uang dari orang-orang yang sudah terpinggirkan dan didiskriminasikan di negara mayoritas Muslim. Jika kebijakannya adalah menolak semua orang Pakistan, mengapa mereka menerima biaya visa dan pendaftaran untuk pertemuan dunia itu?” tanyanya.

“Kami hanya ingin melihat Bapa Suci yang tercinta. Penolakan mempengaruhi prospek kami mengunjungi negara Eropa mana pun.”

Pakistan menduduki peringkat keempat dalam Daftar Doors World Open Doors 2017 dari 50 negara yang paling sulit untuk menjadi orang Kristen.

Kunjungan Paus Santo Yohanes Paulus II tahun 1981 adalah satu-satunya kunjungan paus ke Pakistan, sementara Henley Passport Index menempatkan paspor Pakistan sebagai yang terburuk keempat di dunia untuk perjalanan internasional.

Minoritas agama, terutama Kristen, Syiah  dan Ahmadiyah, sering menjadikan penganiayaan karena agama untuk hidup di pengasingan atau mendapat status pengungsi di negara lain.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi