UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Seorang Uskup di India Dituduh Menikah, Mencuri Uang

Agustus 7, 2018

Seorang Uskup di India Dituduh Menikah, Mencuri Uang

Uskup Cuddapah Mgr Prasad Gallela mengatakan warga dari kasta atas tengah melempar tuduhan palsu terhadap dirinya. (Foto: ucanews.com)

Seorang uskup di India bagian selatan sedang menghadapi kasus di pengadilan terkait tuduhan bahwa ia menyalahgunakan dana keuskupan untuk membiayai “isterinya” dan anak remaja laki-laki, namun ia membantah semua tuduhan itu.

Uskup Cuddapah (kini Kadapa) Mgr Prasad Gallela telah diminta untuk hadir pada 18 Agustus di hadapan Lok Adalat, sebuah forum non-pemerintah, untuk secara damai menyelesaikan kasus yang masih tertunda di pengadilan itu.

Prelatus itu dituduh menyalahgunakan jutaan rupee dari dana kesejahteraan sosial milik keuskupan untuk membiayai “isterinya” dan anak laki-laki berumur 18 tahun dengan mencurangi sistem administrasi Gereja.

Dua bulan lalu, dua umat awam Katolik – Mesa Ravi Kumar (40) dan Byreddy Chinnappa Reddy (65) – mengajukan gugatan terhadap Uskup Gallela.

Sebuah pengadilan di Distrik Kadapa, Negara Bagian Andhra Pradesh, meminta Uskup Gallela untuk hadir di persidangan pada 2 Agustus. Namun para pengacara uskup meminta kelonggaran waktu sehingga kasus itu ditunda hingga pekan terakhir bulan ini.

“Kami punya sejumlah dokumen solid yang diakses dari pemerintah untuk membuktikan status perkawinannya,” kata Kumar kepada ucanews.com.

Beberapa tuduhan yang diajukan terhadap Uskup Gallela antara lain pencucian uang, penyalahgunaan dana keuskupan, korupsi dan pengelabuan terhadap otoritas agama dan sipil.

Uskup Gallela menyesatkan para pemimpin Gereja dan umat Katolik karena hukum Gereja secara jelas menyatakan bahwa hanya seorang pria selibat yang bisa menjadi seorang imam dan seorang uskup, kata Kumar.

Sejumlah dokumen yang diajukan ke pengadilan mengatakan bahwa kasus itu telah diinformasikan kepada Vatikan pada November 2016 dengan detil kehidupan Uskup Gallela yang “imoral dan korup” dan tuntutan agar ia diturunkan dari jabatannya sebagai uskup, kata Kumar.

Kumar menambahkan bahwa para pemimpin Gereja belum mengambil sikap.

Para penggugat dan pendukung mereka menyebarkan salinan kartu identitas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan sertifikat tanah di mana Prasad Gallela hadir sebagai seorang suami dari seorang wanita bernama Gallela Sujatha. Mereka juga menyebarkan kartu identitas yang dikeluarkan pemerintah milik Gallela Junior Prasad, 18, anak dari pasangan tersebut.

Namun sejumlah orang meragukan keaslian dokumen itu. “Ada banyak dokumen untuk mendukung semua tuduhan itu, tapi semuanya perlu verifikasi dari otoritas yang kompeten,” kata Pastor A.X.J. Bosco, seorang imam Yesuit yang membela hak warga miskin Suku Dalit di negara bagian itu.

Imam itu mengatakan tuduhan itu sudah lama diajukan dan berkaitan dengan perjuangan kasta yang masih berlangsung di dalam Gereja dan masyarakat. Perjuangan ini mengarah pada penculikan Uskup Gallela pada April 2016. Dua imam dan 14 orang lainnya ditangkap atas tuduhan menyerang uskup itu.

“Ini semua berhubungan, tetapi sayangnya kita tidak punya bukti untuk menentukan sesuatu. Saat ini yang kita punya hanya dugaan,” lanjutnya.

Uskup Gallela mengatakan orang-orang yang menculiknya membuat tuduhan palsu terhadap dirinya. “Mereka adalah warga kelas atas dan punya kekuatan, sarana dan uang. Setiap orang takut berbicara dengan mereka. Mereka adalah Reddies, kelompok kasta yang mendominasi secara sosial, politik dan ekonomi di sini,” katanya.

Ia mengatakan wanita yang disebut sebagai isterinya adalah isteri kedua dari adik laki-lakinya yang meninggal pada 2001. Anak laki-laki dari adik laki-lakinya berumur satu tahun ketika ayahnya meninggal dunia dan seluruh keluarga menerima anak laki-laki itu beserta ibunya dan merawat mereka.

“Keluarga saya sering menjalin komunikasi dengan ibu dari anak laki-laki itu,” kata Uskup Gallela, seraya menambahkan bahwa menyebut dirinya sebagai suami dari ibu dari anak laki-laki itu merupakan “interpretasi keliru” dari hubungannya dengan ibu dari anak laki-laki itu.

Uskup Gallela mengaku siap menghadapi semua tes yang diajukan oleh Vatikan dan hukum di India dan siap menerima tes kesehatan dan penyelidikan apa pun untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah.

Pastor Stephen Alathara, wakil sekjen Konferensi Waligereja Ritus Latin di India, mengatakan konferensi telah mendengar kasus itu. “Hierarki tengah melakukan apa yang boleh dilakukan menurut hukum dan Gereja,” katanya.

Seorang pejabat senior Gereja mengatakan para pemimpin tidak bisa berkomentar karena “tidak satu pun memiliki informasi yang mamadai tentang sebuah kasus yang tengah diselidiki polisi.”

“Jika kami membantahnya hari ini dan penyelidikan membuktikannya besok, bagaimana kami akan mengatasi situasi itu?” tanyanya, seraya mengatakan umat Katolik terlibat secara aktif dalam mencari kebenaran.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi