UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

23 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang, Tanah Longsor di India

Agustus 10, 2018

23 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang, Tanah Longsor di India

Warga berlindung di tempat yang aman di Distrik Palakkad di Negara Bagian Kerala pada 9 Agustus. Hujan deras telah menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor. Akibatnya, sedikitnya 23 orang tewas. (Foto: IANS)

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Negara Bagian Kerala di India akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak 7 Agustus lalu menewaskan sedikitnya 23 orang dan menyapu bersih banyak rumah.

Sejumlah lembaga pemerintah dan kelompok relawan pun segera menyalurkan bantuan ke wilayah itu.

Anggota militer Angkatan Darat dan Angkatan Udara dikerahkan untuk membantu aparat polisi dan warga setempat dalam mengatasi bencana yang melanda enam distrik terparah di wilayah pegunungan bagian tengah dan utara di negara bagian itu.

Hujan terus mengguyur wilayah itu sehingga otoritas setempat membuka pintu air di 24 bendungan pada 9 Agustus, termasuk bendungan terbesar Idukki. Hal ini mengancam lebih banyak wilayah yang terkena banjir bandang.

“Ini situasi yang sangat mengkahawtirkan,” kata Ketua Menteri Pinarayi Vijayan.

Ia menambahkan bahwa ini pertama kali pintu air di bendungan-bendungan itu dibuka dalam waktu satu hari.

Tiga pintu air di Bendungan Idukki, sebuah bendungan melengkung tertinggi di Asia, dibuka ketika ketinggian air sudah melebihi kapasitas.

Banjir bandang menewaskan 11 orang di wilayah Idukki, enam orang di Malappuram, tiga orang di Ernakulam, dua orang di Kozhikode dan satu orang di Wayanad. Enam orang juga dilaporkan hilang di Negara Bagian Kerala.

Situasi nampaknya memburuk, kata K. Santhosh, direktur Badan Meteorologi India di Negara Bagian Kerala. Ia memprediksi hujan deras akan terus mengguyur beberapa wilayah di negara bagian itu hingga 11 Agustus.

“Hujan ringan hingga hujan deras akan mengguyur Distrik Ernakulam, Distrik Idukki dan Distrik Alappuzha pada Jumat dan Sabtu,” kata Santhosh kepada ucanews.com.

Sejumlah petinggi Gereja bekerja tanpa henti untuk merehabilitasi para korban yang sebagian besar adalah petani yang kehilangan rumah atau tanaman mereka.

Administrator Apostolik Keuskupan Ernakulam-Angamaly Uskup Jacob Manathodath telah meminta para petinggi Gereja di keuskupan itu untuk menyediakan tempat di gereja dan bangunan lain bagi para korban.

Para petinggi Gereja mengatakan kepada ucanews.com  bahwa mereka telah memerintahkan para imam di semua paroki untuk membuka pintu sekolah gereja dan institusi lain untuk mengakomodasi para korban, selain mendistribusikan makanan, pakaian dan bantuan lainnya.

“Hujan deras dan tanah longsor di negara bagian itu telah membuat hidup banyak orang menderita. Membuka pintu air di bendungan-bendungan itu telah memunculkan kekhawatiran di kalangan warga yang tinggal di pinggir Sungai Periyar. Gereja hendaknya melakukan segala yang bisa dilakukan untuk mengurangi beban mereka,” kata Uskup Manathodath.

Ia meminta umat untuk mendistribusikan makanan, pakaian dan benda-benda lainnya untuk membantu para korban.

Pastor Jose Plachikkal, juru bicara Keuskupan Idukki – wilayah terparah yang terkena bencana itu, mengatakan keuskupan sangat memahami situasi itu dan sebagian besar warga menjadi korban.

Namun umat telah bekerjasama dengan otoritas setempat dalam mengakomodasi warga yang harus mengungsi akibat banjir, tanah longsor dan pembukaan pintu air di bendungan-bendungan itu, katanya kepada ucanews.com.

Pastor Abhilash Chirambikkunnel, seorang pejabat dari Keuskupan Thamaraserry, mengatakan para petinggi Gereja tengah menyiapkan sekolah dan institusi Gereja lainnya untuk mengakomodasi warga di Distrik Kozhikode dan Distrik Wayanad.

Ia mengatakan Komisi Pelayanan Sosial keuskupan telah bekerjasama dengan otoritas pemerintah untuk mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan bantuan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi