UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kardinal Myanmar Dukung Penolakan Paus Terkait Hukuman Mati

Agustus 14, 2018

Kardinal Myanmar Dukung Penolakan Paus Terkait  Hukuman Mati

Kardinal Charles Bo mengatakan orang yang memiliki kejahatan luar biasa memiliki hak untuk hidup. (Foto: ucanews.com)

Kardinal Charles Bo, uskup agung Yangon,  Myanmar telah memuji seruan Paus Fransiskus yang menekankan bahwa hukuman mati sebagai suatu yang keji.

Gereja Katolik tidak boleh mengkompromikan keyakinan fundamentalnya dalam hak untuk hidup, termasuk masalah hukuman mati, kata Kardinal Bo dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 10 Agustus.

“Bahkan mereka yang melakukan kejahatan keji memiliki hak untuk hidup,” katanya.

Kardinal mengatakan pernyataan tentang sebuah masalah oleh Paus Fransiskus adalah penegasan dari Gereja yang memiliki sikap moral.

Pada 2 Agustus, Vatikan menyetujui perubahan dalam teks katekismus Katolik yang sebelumnya menerima hukuman mati sebagai “jalan terakhir.”

Teks baru mengakui bahwa “martabat seseorang tidak hilang bahkan setelah melakukan kejahatan yang sangat serius.”

Paus Fransiskus menolak hukuman mati karena bertentangan dengan ajaran Kristus dan tidak termasuk dalam kemungkinan untuk penebusan, tidak memberikan keadilan kepada korban dan malah memupuk mental balas dendam.

Kardinal Bo, 70, dalam pernyataannya menjelaskan bahwa perbudakan manusia, diskriminasi dan konflik kekerasan, serta pelecehan terhadap perempuan dan anak-anak dalam industri seks, dapat merupakan bentuk hukuman mati bagi para korban.

Dia heran bahwa seni bela diri seperti kick boxing secara tidak masuk akal melegitimasi kekerasan sebagai olahraga dan hiburan.

Masyarakat yang beradab perlu untuk menjauh dari olahraga biadab yang memprovokasi perilaku kekerasan, terutama pada anak-anak, dan secara tidak langsung dapat menyebabkan pembunuhan massal, kata Kardinal Bo menambahkan.

Prelatus itu mengatakan, posisi berani yang diambil oleh Paus Fransiskus terhadap hukuman mati harus menginspirasi pemerintah dan kelompok masyarakat sipil di seluruh dunia untuk berjuang untuk pelarangan olahraga berbahaya serta membatasi “pertambahan vonis hukuman mati” karena kebohongan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi