UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja Katolik Siap Bantu Asian Games Ke-18

Agustus 15, 2018

Gereja Katolik Siap Bantu Asian Games Ke-18

Hamish Daud, seorang aktor, membawa obor untuk Asian Games selama pawai obor di wilayah Pantai Kuta di Denpasar, Propinsi Bali, pada 23 Juli lalu. Jakarta dan Palembang di Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah bagi lebih dari 11.000 atlet dan sekitar 5.000 panitia dari 45 negara Asia untuk Asian Games Ke-18 yang akan berlangsung sejak 18 Agustus hingga 2 September. (Foto: Sonny Tumbelaka/AFP)

Sejumlah imam dan umat awam Katolik di Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Agung Palembang siap membantu para atlet dan panitia Asian Games Ke-18 yang akan dimulai secara resmi pada 18 Agustus.

Lebih dari 11.000 atlet dari 45 negara di Asia akan berpartisipasi dalam pertandingan olahraga yang akan digelar di Jakarta dan Palembang hingga 2 September tersebut.

Ini akan menjadi kali kedua bagi Indonesia untuk menjadi penyelenggara Asian Games. Pada 1962, Jakarta menjadi tuan rumah pertandingan olahraga di kawasan Asia itu.

“Kami menyiapkan beberapa romo untuk melayani para atlet yang ingin mengikuti Misa, terutama para romo yang menguasai bahasa asing,” kata Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ kepada ucanews.com pada Selasa (14/8).

Ia mengatakan pemerintah daerah telah mendirikan rumah ibadah termasuk gereja Katolik di dekat Wisma Atlet di Palembang, ibukota Propinsi Sumatera Selatan.

Sejumlah dokter dari beberapa rumah sakit Katolik di propinsi itu juga akan melayani para atlet. “Beberapa dokter tertentu sesuai kebutuhan,” kata prelatus itu.

Selain itu, lanjutnya, puluhan umat Katolik awam akan menjadi relawan untuk membantu panitia. Salah satunya adalah seorang umat Paroki St. Fransiskus dari Sales di Palembang yang menjadi pengurus cabang olahraga bowling, satu dari 40 cabang olahraga dalam pertandingan olahraga itu.

Sebelumnya Mgr Sudarso mengeluarkan sebuah surat imbauan yang mengajak umat Katolik setempat untuk mendukung Asian Games Ke-18.

“Umat Katolik se-Keuskupan Agung Palembang mendukung pemerintah yang menyelenggarakan Asian Games sebagai pertemuan yang multi-kultural tanpa membedakan agama,” katanya.

“Kami berharap olahraga itu sangat mempersatukan,” lanjutnya.

Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) juga mengeluarkan surat imbauan serupa pada akhir Juli lalu. Dalam surat imbauan ini, KAJ mengajak paroki-paroki untuk memperlihatkan solidaritas dengan memasang spanduk berisi pesan dukungan di halaman gereja dan menyampaikan dukungan pada media sosial.

Pastor Antonius Suyadi Pr, ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KAJ, mengatakan panitia Asian Games Ke-18 telah meminta KAJ untuk berpartisipasi dalam pawai obor pada 16 Agustus nanti.

“Seorang imam mungkin akan bergabung dengan para tokoh agama dalam pawai obor,” katanya kepada ucanews.com.

Selama penyelenggaraan Asian Games Ke-18, sedikitnya 70 sekolah termasuk sekolah Katolik yang terletak di dekat tempat penyelenggaraan Asian Games akan ditutup.

Theresia Mariana, 41, mengaku tidak keberatan jika sekolah ditutup selama pertandingan olahraga itu.

“Kita masih bisa belajar tentang persatuan dan perdamaian dari pertandingan itu,” kata ibu dari dua anak itu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi