UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Peziarah Desak Mengevangelisasi  lagi di Vietnam

Agustus 17, 2018

Peziarah  Desak Mengevangelisasi  lagi di  Vietnam

Para devosan Bunda Maria menghadiri Misa pada 15 Agustus di Gua Santa Perawan Maria La Vang di Vietnam. (Foto: Peter Nguyen)

Konferensi Waligereja Vietnam mengajak  para peziarah  mencontohi para martir  membagi kasih Tuhan kepada sesama pada Hari Raya Santa Perawan Maria Di Angkat ke Surga di sebuah Gua  Maria negara itu.

Ribuan devosan kepada Bunda Maria berkumpul pada Hari Raya santa Perawan  Maria Diangkat ke Surga pada 14-15 Agustus di tempat suci negara itu yang  berusia 220 tahun, Santa Perawan Maria  La Vang di provinsi Quang Tri, Vietnam Tengah.

Empat uskup dan ratusan imam mengadakan Misa khusus dan pelayanan lainnya selama pertemuan tahunan tersebut.

Mgr Peter Nguyen Van De SDB, uskup Keuskupan Thai Binh mengatakan kepada umat yang hadir bahwa Bunda Maria dan leluhur mereka menerima karunia rahmat Ilahi dan menghidupi dalam hidup sehari-hari.

“Para martir Vietnam dengan berani memberikan kesaksian tentang Rahmat Ilahi atas pengorbanan hidup mereka sendiri sehingga kita dapat menikmati hidup yang kekal,” katanya.

Sekitar  300.000 umat Katolik mengalami penderitaan dan mati terbunuh karena iman mereka selama abad ke-17, 18 dan 19. Di antara mereka, 117 martir dikanonisasi pada 19 Juni 1988, oleh Paus St. Yohanes Paulus II.

Tempat suci nasional itu  adalah salah satu tempat utama bagi umat Katolik di seluruh Vietnam untuk  berziarah selama Tahun Yubelium untuk merayakan ulang tahun ke-30 kanonisasi yang berakhir pada 24 November, hari raya para martir.

“Kita seharusnya tidak merayakan kehidupan kekal untuk diri sendiri tetapi membaginya kepada orang lain karena itu adalah pesan Yesus,” kata Uskup De dalam kotbahnya.

Uskup Salesian itu mengatakan keuskupannya yang mencakup provinsi Thai Binh dan Hung Yen hanya memiliki 145.000 umat Katolik dari total populasi 5,2 juta. Gereja Katolik  Vietnam melayani 7 juta umat Katolik di antara 95 juta penduduk negara itu.

“Ini karena hanya sedikit orang saja dari kita yang melakukan evangelisasi, bukan karena orang membenci Yesus. Saya seorang uskup dan memberitakan Firman Tuhan di gereja. Saya tidak pernah berbicara tentang Yesus kepada pengikut agama lain,” diakui oleh Uskup De, Gereja lokal tidak memiliki rencana konkret untuk menginjili orang-orang non-Katolik.

Uskup  Emeritus Fransiskus Xaverius Le Van Hong, uskup Keuskupan Agung Hue mengatakan Santa Prawn Maria  La Vang adalah ibu dari mereka yang menngalami penderitaan.

Selama ziarah dua hari, para devosan Bunda  Maria menghadiri Misa, berdoa rosario, meletakan bunga kepada Bunda Maria, mengaku dosa, melakukan doa tuguran dan berbaris dalam prosesi di belakang patung Maria yang dihiasi dengan bunga dan lilin.

Mgr Joseph Nguyen Chi Linh, uskup keuskupan agung  Hue memimpin layanan untuk mempersembahkan dupa di depan relik-relik para martir dan merenungkan kemartiran mereka di masyarakat saat ini. Mereka juga berdoa kepada Bunda Maria untuk menyembuhkan mereka yang sakit dan mereka yang terluka dalam kecelakaan dan mewartakan perdamaian kepada para korban ketidakadilan, orang-orang yang terlantar dan tunawisma.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi