UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para Uskup Di Filipina Janji Tidak Tutupi Kasus Pelecehan Seksual Oleh Klerus

September 3, 2018

Para Uskup Di Filipina Janji Tidak Tutupi Kasus Pelecehan Seksual Oleh Klerus

Para uskup di Filipina berkumpul untuk perayaan Ekaristi Kudus pada Konggres Apostolik Sedunia tentang Pengampunan di Manila pada 2017. (Foto: Angie de Silva)

Di tengah laporan baru-baru ini terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh sejumlah imam khususnya di Amerika Serikat (AS), para pemimpin Gereja di Filipina berjanji untuk tidak mentolerir tindakan kejahatan semacam itu.

Konferensi Waligereja Filipina (KWF) mengatakan “situasi menyedihkan” ini adalah kesempatan bagi mereka “untuk melihat kembali dan mengulas kembali” pedoman yang ada bagi perlindungan anak dan orang dewasa.

Dalam sebuah pernyataan pastoral yang dikeluarkan Jumat (31/8), KWF mengatakan pedoman itu hendaknya diterapkan “dengan pertimbangan dan komitmen yang diperbarui … dan bukan menutupi” kasus-kasus pelecehan.

“Kepedihan semakin terasa dengan adanya laporan tentang upaya untuk menutupi pelecehan dan kejahatan ini,” demikian bunyi pernyataan para uskup yang ditandatangani oleh Uskup Agung Davao Mgr Romulo Valles, ketua KWF.

Pada Juli lalu, para uskup di Filipina mengatakan mereka “merasa malu jika mereka mendengar pelecehan yang dilakukan oleh beberapa pemimpin Gereja.”

Minggu lalu, Uskup Agung Carlo Maria Vigano, mantan duta besar Vatikan untuk AS, mengklaim dalam sebuah dokumen setebal 11 halaman bahwa Paus Fransiskus mengabaikan dugaan perbuatan tidak benar yang dilakukan oleh seorang kardinal dari Amerika.

Sebelumnya, Gereja Katolik diguncang oleh dugaan pelecehan seksual yang marak terjadi dengan dikeluarkannya laporan dewan juri di AS yang berisi detil pelecehan seksual terhadap anak di sejumlah keuskupan di Pennsylvania.

Saat dalam perjalanan menuju Irlandia minggu lalu, Paus Fransiskus bertemu para korban pelecehan dan meminta umat Katolik untuk memaafkan Gereja atas kegagalannya.

“Kami mohon pengampunan jika kami tidak memperlihatkan kasih sayang kepada para penyintas (pelecehan) atau keadilan yang seharusnya mereka dapat dalam upaya mencari kebenaran,” kata Paus Fransiskus.

Paus juga meminta “pengampunan bagi anggota hierarki Gereja yang tidak menjaga situasi ini dan tetap membisu.”

Para uskup di Filipina mengatakan laporan tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang kardinal di AS “membuat kepedihan semakin mendalam dan kini rasa malu didera oleh Gereja.”

Mereka mengatakan kenyataan yang mengejutkan dari Uskup Agung Vigano “memberi banyak pertanyaan memilukan yang membutuhkan jawaban secepatnya dan yang akan menuntun kita kepada kebenaran.”

Mereka sepakat untuk memastikan bahwa Gereja adalah lingkungan yang aman bagi semua umat Katolik, khususnya anak-anak.

Seruan pastoral KWF tentang pelayanan pastoral dan perlindungan anak mengajak umat Katolik untuk berdoa dan berpuasa di tengah skandal pelecehan seksual.

“Situasi ini juga mengarahkan kita pada sesuatu yang penting. Ini mengingatkan kita agar berdoa kepada Allah,” kata para uskup.

 

One response to “Para Uskup Di Filipina Janji Tidak Tutupi Kasus Pelecehan Seksual Oleh Klerus”

  1. ANTONIUS NAIBAHO says:

    semakin memprihatinkantindak tanduk oknum disalam kuasanya,
    moral yang dipertaruhkan semakin mendorong terpuruknya moral, pertanda semakin tidak jelas pendekatan Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi