UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Peziarah Rayakan Pesta St. Ibu Teresa di India

September 10, 2018

Peziarah Rayakan Pesta  St. Ibu Teresa di India

Suster Mary Prema Pierick memberikan sambutan kepada anggota kongregasi Suster MC setelah Misa untuk St. Teresa dari Kolkata pada 5 September, mengenang 21 tahun wafatnya. (Foto Anne Nigli/ucanews.com)

Serangkaian program menandai pesta  St. Ibu Teresa dari Kolkata di kota India.

Doa, nyanyian dan pujian sukacita memenuhi rumah induk Misionaris Cinta Kasih (MC) di kota bagian Timur India pada 5 September, peringatan ke-21 atas wafatnya  biarawati itu dan hari ulang tahun perayaannya sejak ia dikanonisasi oleh Paus Fransiskus September 2016.

Pintu terbuka sepanjang hari ketika sejumlah besar pengunjung dan peziarah memberi penghormatan di makam biarawati peraih Nobel itu, yang dikenal sebagai Ibu Teresa.

Jenazahnya dimakamkan di Biara Pusat Misionaris Cinta Kasih, yang didirikannya  tahun 1950 untuk  bekerja di antara yang termiskin dari orang miskin di Kalkuta, pusat karya pelayanan sosial globalnya.

Perayaan dimulai dengan Misa yang dipimpin oleh Mgr Thomas D’Souza,  uskup agung keuskupan Kolkata dan diikuti oleh 31 anggota gerakan Corpus Christi dari imam diosesan yang didirikan oleh Ibu Teresa. Mereka berasal dari beberapa negara Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia.

Para imam menghabiskan waktu selama dua minggu di Kolkata untuk menimba semangat biarawati suci ini dengan mengunjungi rumah pertamanya untuk orang-orang miskin yang sekarat dan rumah-rumah lain yang ia mulai di kota itu.

“Mereka mencoba untuk menimba spirit Ibu Teresa  dan akan  berjalan di jalan yang dilalui Ibu  Teresa,” kata seorang misionaris dari Tarekat Misionaris  Cinta Kasih  yang lebih senior.

Pastor Gary Walsh, pustakawan London Corpus Christi untuk komunitas Albania, membawa dua kelompok komunitas Albania dari  Inggris dan Belgia dan membawa  mereka di makam biarawati kelahiran Albania yang mencari doa dan syafaatnya.

Sementara polisi terus mengontrol nomor media di acara tersebut di tahun-tahun setelah kematiannya, tahun ini hanya dihadiri 20 fotografer dan wartawan yang hadir.

Kongregasi MC terus  melebarkan sayap keanggotaannya lebih dari 70 persen dalam dua dekade terakhir. Tahun 1997, ketika Ibu  Teresa meninggal, ia hanya memiliki 3.026 biarawati di 456 rumah di 101 negara. Tetapi pada Desember 2017, jumlah mereka terus bertambahh menjadi   5.167 biarawati di 760 rumah di 139 negara. India memiliki 244 rumah.

Penerus kedua Ibu Teresa yang memimpin kongregasi itu, Suster Mary Prema Pierick MC, mengatakan para biarawati dari ordonya “meninggalkan keluarga dan menjadi tunawisma untuk menjadi satu dengan yang termiskin dari yang miskin … dan untuk membentuk keluarga Kristus yang membawa cinta dan kasih sayang kepada yang membutuhkan.”

Sebuah kelompok lintas agama Hindu, Sikh, Muslim, Jain, dan Kristen berkumpul di sekitar makam di sore hari. Dengan mantra khusus dari tulisan suci yang berbeda, mereka berdoa bagi para korban runtuhnya jembatan di Kolkata pada 4 September.

Michelle Wood, seorang yatim piatu yang bekerja dengan umat, mengatakan sekarang berbeda karena tidak dapat melihat dan menyentuh Ibu Teresa, tetapi dia yakin biarawati itu masih ada dalam semangat untuk membantunya.

Ibu Teresa memulai kongregasinya dengan 12 sahabat  tahun 1950. Tahun 1965, kongregasi itu  diangkat oleh Paus Paulus VI menjadi  sebuah serikat  kepausan, menempatkannya langsung di bawah Takhta Suci.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi