UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Prefek Vatikan Desak Vietnam Bantu Mereka yang Membutuhkan

September 10, 2018

Prefek Vatikan Desak Vietnam  Bantu Mereka yang Membutuhkan

Para biarawati, bruder dan imam menyambut kardinal Joao Braz de Aviz (tengah) di Katedral Phu Cam in Hue pada 5 September. (Foto: Peter Nguyen)

Prefek Kongregasi  Vatikan meminta kaum religius Vietnam untuk mengikuti teladan leluhur mereka dengan membawa kasih Tuhan kepada orang-orang di daerah terpencil.

Kardinal Joao Braz de Aviz, Prefek Kongregasi  Tarekat  Hidup Bakti dan  Hidup Kerasulan  yang berkedudukan di Roma, mengadakan  kunjungan kerja ke keuskupan agung Kota Ho Chi Minh, Hue dan Hanoi, dan Keuskupan Xuan Loc,  2-7  September.

Kardinal, yang didampingi oleh sekretarisnya, Pastor Donato Cauzzo, juga mempersembahkan Misa khusus untuk berdoa bagi Gereja setempat, mengunjungi dua konggregasi  suster dan bertemu ribuan rohaniwan dan rohaniwati.

Prefek berusia 71 tahun itu mengatakan bahwa Tuhan sangat mencintai Gereja Katolik  Vietnam karena dibangun oleh darah para martir.

Dia mengatakan sejarah Gereja lokal ditandai oleh pria, wanita dan anak-anak yang berani mati untuk Tuhan dan iman Katolik. Lebih dari 130.000 umat Katolik dibunuh karena iman mereka pada abad ke-17, 18 dan 19.

Kardinal Brasil itu mengatakan bahwa gereja lokal secara konsekuen menghasilkan banyak orang untuk mengikuti para orang kudus, para martir yang hidup suci. Tujuh juta umat Katolik Vietnam dilayani oleh 21.000 kaum  religius.

“Saya sangat terkesan bahwa banyak dari Anda – para religius dan seminaris – sangat muda dan ceria,” katanya kepada ratusan imam dan religius yang menyambutnya di wisama keuskupan Xuan Loc di provinsi Dong Nai.

Kardinal Braz de Aviz mendesak kaum religius untuk mengikuti teladan  para martir untuk membawa Kabar Baik kepada orang lain karena “kasih yang lebih besar tidak memandang siapa pun selain mereka  yang menyerahkan nyawanya bagi teman-temannya.”

Dia mengatakan  bahwa mereka harus menyerahkan diri untuk mengikuti Yesus. Mereka harus memberitakan Kabar Baik dalam kehidupan sehari-hari mereka  termasuk kesalahan dan dosa mereka ketika Tuhan selalu mengasihi mereka bahkan ketika mereka telah melakukan dosa. Mereka harus menghormati, mencintai, dan bersatu dengan orang lain.

“Mengikuti contoh para martir berarti memberikan hidup kita kepada Tuhan dan orang lain. Dengan demikian, kita akan menarik banyak orang untuk datang kepada Tuhan,” kata Kardinal Braz de Aviz.

Dia meminta mereka untuk secara berani menjangkau orang miskin, terpinggirkan dan tertekan di daerah terpencil dan di luar negeri.

Pada 5 September, kardinal bertemu 500 kaum religius di Katedral Phu Cam di Hue. Dia meminta mereka untuk membawa Kabar Baik kepada orang miskin dengan menawarkan dukungan material dan spiritual kepada mereka.

Kardinal Braz de Aviz mengatakan para biarawati di Vietnam dengan bebas menjalankan kebiasaan dan melayani orang yang membutuhkan.

Pastor Anthony Huynh Day, pemimpin umum  Kongregasi Hati Kudus dan ketua komisi hubungan antaragama keuskupan agung Hue, mengatakan bahwa agama menawarkan layanan pastoral, menyediakan akomodasi dan pendidikan dasar bagi siswa, merawat pasien, orang cacat dan orang tua yang kesepian, dan membangun rumah untuk korban bencana alam.

Selama kunjungan pertamanya ke Vietnam, Kardinal Braz de Aviz juga memberikan ceramah kepada Majelis Umum Konferensi Institut Sekuler Asia yang diselenggarakan pada 4-6 September di Pusat Pastoral di Kota Ho Chi Minh. Pertemuan itu dihadiri perwakilan dari institut Sekuler dari  seluruh Asia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi