UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kardinal Bo Minta Dunia Bantu Myanmar Wujudkan Perdamaian

September 12, 2018

Kardinal Bo Minta Dunia Bantu Myanmar Wujudkan Perdamaian

Kardinal Charles Maung Bo tersenyum saat melakukan kunjungan kehormatan kepada sejumlah kardinal baru pada Februari 2015 di Vatikan. Ia meminta dunia untuk membantu Myanmar mewujudkan perdamaian. (Foto: Tiziana Fabi/AFP)

Kardinal Charles Maung Bo dari Yangon meminta komunitas internasional untuk memahami situasi rumit yang tengah dihadapi Myanmar dan terus membantu transisinya menuju sebuah persatuan demokrasi federal.

Ia mengatakan perwujudan perdamaian merupakan sebuah mandat yang mendesak. Namun demokrasi belum kuat karena usianya masih sangat muda.

“Di tangan Aung San Suu Kyi, masyarakat Myanmar meletakkan harapan mereka bagi sebuah negara yang damai dan makmur,” kata Bo dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (10/9).

“Sejarah Myanmar adalah sejarah yang terluka. Kini saatnya untuk menyembuhkan (luka ini), bukan membuka luka baru,” lanjutnya.

Permohonannya disampaikan ketika Myanmar tengah menghadapi kritik keras setelah misi pencarian fakta PBB menemukan bahwa militer melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat di Rakhine, Negara Bagian Kachin dan Negara Bagian Shan.

“Istilah-istilah esktrim seperti pembunuhan massal, pembersihan etnis dan sanksi tidak akan membantu kita dalam perjalanan menuju perdamaian dan demokrasi,” kata Kardinal Bo.

“Jalan yang perlu ditempuh adalah menerima peran semua pihak untuk (mewujudkan) perdamaian abadi dan resolusi untuk semua isu,” lanjutnya.

Kardinal berusia 69 tahun itu mengatakan pemerintahan sipil dan militer perlu bekerja sama untuk menjadikan negara ini “sebuah bangsa yang penuh pengharapan bagi jutaan orang.”

“Saya sungguh-sungguh meminta semua teman kita untuk mengakui realitas ini dan membantu masyarakat Myanmar dalam menyelesaikan masalah mereka,” katanya.

Ia mengakhiri pesannya dengan mengatakan “Myanmar adalah sebuah bangsa yang penuh dengan janji.” Untuk itu, “marilah kita semua membantu memenuhi janji ini.”

Kardinal Bo terkenal sebagai pengkampanye rekonsiliasi di Myanmar, sebuah negara di mana negosiasi damai dengan milisi etnis bersenjata terus berlanjut dan krisis pengungsi Rohingya terus diatasi.

Ia mendukung Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dalam upayanya untuk memelihara demokrasi dengan bekerja sama dengan militer. Meskipun demikian, ia mengimbau agar penghargaan Nobel Perdamaian yang diterima Aung San Suu Kyi ditanggalkan karena ia membisu soal persekusi yang dialami pengungsi Rohingya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi