UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keluarga Filipina Terpidana Mati di Indonesia Terus Mencari Dukungan

September 12, 2018

Keluarga Filipina Terpidana Mati di Indonesia Terus Mencari Dukungan

Para anggota keluarga dan pendukung Mary Jane Veloso, seorang wanita Filipina yang dihukum akibat perdagangan narkoba di Indonesia, menyerukan pembebasannya pada 10 September. (Foto: Jire Carreon)

Anggota keluarga dari perempuan Filipina yang dihukum  mati di Indonesia  terbang ke Jakarta minggu ini untuk mencari dukungan dunia internasional atas banding mereka agar kesaksiannya diambil untuk mendukung tuduhan kriminal terhadap orang yang diduga perekrutnya di Filipina.

Ayah dan anak-anak Mary Jane Veloso, yang dihukum karena perdagangan narkoba di Indonesia, akan bergabung dengan “misi antaragama untuk solidaritas dan pelayanan” dengan para migran dan pengungsi di Jakarta.

Selama pertemuan pencarian dukungan  Veloso di Manila, ayahnya, Cesar, mengkritik apa yang digambarkannya sebagai kurangnya perhatian pemerintah Filipina terhadap kasus  ini.

“Kami pergi ke (istana presiden) empat kali tetapi presiden tidak pernah bertemu kami … Mary Jane benar-benar ingin mengungkapkan apa yang dia tahu tentang sindikat narkoba tetapi  sepertinya pemerintah tidak ingin dia berbicara tentang kebenaran,” lanjutnya.

Keluarga Veloso mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Filipina pekan lalu untuk mengamankan deposisi terhadap orang yang diduga perekrutnya.

Veloso ditangkap tahun 2010 oleh pihak berwenang Indonesia setelah 2,6 kilogram heroin ditemukan di dalam kopernya pada saat kedatangannya ke Jakarta dari Malaysia. Dia mengklaim dia ditipu  membawa barang haram tersebut  oleh perekrutnya, Maria Cristina Sergio dan Julius Lacanilao.

Tahun 2011, Mahkamah Agung Indonesia menjatuhkan hukuman mati kepada Veloso. Dia diberikan penangguhan hukuman setelah mengajukan dakwaan perdagangan manusia terhadap Sergio dan Lacanilao. Namun, pengadilan Filipina melarang Veloso menyerahkan deposisi.

Arman Hernando, juru bicara kelompok migran, Migrante International, meminta pemerintah Filipina untuk menyoroti kasus Veloso sebagai bagian dari perang Presiden Rodrigo Duterte melawan narkotika.

“Ini adalah kesempatan kami untuk menunjukkan bahwa korban seperti Mary Jane layak mendapat dukungan dari pemerintah dan tidak boleh diperlakukan sebagai penjahat,” kata Hernando.

Rebecca Lawson dari Gugus Tugas Gereja untuk Menyelamatkan Mary Jane mengatakan mereka akan “berdoa agar  sebuah keajaiban bahwa para pemimpin negara akan merasa kasihan pada Mary Jane dan memandangnya sebagai seseorang korban yang benar-benar layak mendapat grasi.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi