UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Vatikan Dituduh Tidak Bertindak Tegas Dalam Kasus Pemerkosaan

September 13, 2018

Vatikan Dituduh Tidak Bertindak Tegas Dalam Kasus Pemerkosaan

Seorang biarawati Katolik di India yang menuntut seorang uskup memperkosanya menuduh Vatikan dan pejabat Gereja  tidak bertindak apa-apa dan diam meskipun dia sudah berulang kali mengadukan laporannya kepada pihak  berwewenang.

Dalam pengaduan terakhirnya  kepada Duta Besar Vatikan untuk India, Uskup Agung Giambattista Diquattro, pada 8 September, biarawati itu mengatakan dia pertama kali mengadu kepada pimpinan Gereja pada Juni 2017 bahwa dia telah diperkosa oleh Uskup Franco Mulakkal, uskupkeuskupan Jalandhar.

Setahun kemudian dalam laporan pengaduan polisi 28 Juni, dia menuduh Uskup Mulakkal memperkosanya 13 kali dari 2014- 2016 di biara ketika dia mengunjungi keuskupan Kerala di negara bagian Punjab.

Uskup Mulakkal menegaskan bahwa  tuduhan itu tidak berdasar dan bertujuan  melemahkan tindakan pendisiplinan yang telah dia mulai terhadap biarawati itu karena pelanggarannya terhadap kaul religius  termasuk ketidaktaatannya dan hubungan seksual dengan seorang pria.

Keluhan pertamanya adalah kepada pastor paroki dan uskup setempat, Mgr Joseph Kallarangatt, uskup Palai, di mana biaranya berpusat di keuskupan Kerala. Sejak itu, dia mengadu ke beberapa uskup India yang berhubungan dengan kongregasinya termasuk nuntius dan Kardinal George Alencherry, uskup agung Gereja Syro-Malabar yang berpusat  di Kerala.

Namun, dia tidak melihat ada tindakan yang dilakukan terhadap Uskup Mulakkal dan bahkan tidak mendapat tanggapan dari nuntius, katanya.

Setelah menunggu sebulan, ia mengirim surat pengaduan ke Paus Fransiskus, Sekretaris Negara  Vatikan Kardinal Pietro Parolin dan para prefek Kongregasi  Uskup dan prefek Kongregasi Ajaran Iman. Dia tidak mendapat tanggapan selain catatan pengiriman perusahaan kurir, kata suster itu.

“Pihak berwenang Gereja menutup mata terhadap permohonan saya untuk keadilan dan kebenaran … Kami tidak punya pilihan lain selain mendekati polisi dalam pencarian kami untuk keadilan dan keselamatan kami,” demikian bunyi surat terakhirnya, dan menambahkan bahwa Uskup Mulakkal telah melecehkan beberapa biarawati dan memaksa sedikitnya 20 orang  dalam lima tahun terakhir.

Lebih dari dua bulan setelah polisi mulai menyelidiki kasus ini, “Uskup Franco tetap  bebas dengan semua hak istimewanya … Sikap diam dan tidak mengambil tindakan apapun dari  pihak otoritas Gereja Katolik di India memberi kesan akan kekebalan hukum yang ia nikmati di hadapan hukum negara,” kata biarawati itu.

“Akankah otoritas Gereja  tetap berdiri kokoh untuk melindungi Uskup Franco dan menjaga martabat Gereja?” tanyanya.

Sang biarawati juga menjelaskan mengapa dia membiarkan dirinya disiksa berulang kali. “Saya memiliki rasa takut dan malu yang luar biasa untuk membawa ini ke tempat terbuka,” katanya.

Dia mengatakan banyak wanita dan biarawati menderita penyiksaan klerus. Diam dan tidak mengambil tindakan apapun dari pejabat Gereja untuk membendung pelecehan dari para rohaniwan  akan memiliki “efek yang sangat merugikan” pada wanita dan mengakibatkan Gereja kehilangan kredibilitasnya, katanya.

Dia ingin Gereja memulai penyelidikan atas tuduhannya sambil menonaktifkan uskup itu dari keuskupannya. Dia mengklaim bahwa uskup menggunakan uang Gereja dan kuasanya  menjegal penyelidikan.

“Kami merasa Gereja Katolik berkepentingan hanya untuk para uskup dan imam. Kami ingin tahu apakah ada ketentuan dalam hukum bagi para suster dan perempuan,” demikian catatan keluhannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi