Tentang Kami

Tentang  UCAN Indonesia

UCAN Indonesia adalah portal berita harian yang menyajikan informasi terkini tentang Gereja Indonesia dan dunia.

Layanan ini merupakan sari berita Katolik di Indonesia, Asia, dan dunia, disajikan dengan sudut pandang yang lebih hidup. CathNews Indonesia memberikan informasi tentang Gereja dan hal-hal yang tak terpisahkan dari Gereja seperti aktivitas kaum awam, karya sosial, demo, pernyataan-pernyataan, profil, komentar, wawancara dan feature, dan disajikan berupa teks, foto dan multimedia.

UCAN Indonesia adalah bagian dari UCA News.

UCA News merupakan kantor berita dan informasi tentang Gereja Katolik di Asia. Laporannya terfokus pada orang, peristiwa, informasi atau komentar dari atau tentang Gereja di Asia. Area cakupannya adalah semua wilayah Gereja yang termasuk dalam Federasi Konferensi Waligereja Asia (FABC), atau wilayah negara-negara yang secara umum terbagi dalam wilayah Asia Tengah, Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.

UCAN memiliki lebih dari 200 koresponden dan wartawan, serta 65 staf purna waktu yang berada baik di berbagai kantor cabang nasional maupun biro di 20 negara Asia. Markas editorial berada di Bangkok dan pusat administrasi di Hong Kong. Kantor berita ini diawasi oleh Dewan yang aktif dan dipimpin oleh seorang direktur eksekutif yang bermarkas di Bangkok.

Laporan harian UCAN dari berbagai belahan Asia dapat diakses melalui www.ucanews.com.

UCAN juga memberikan berbagai layanan informasi kepada berbagai organisasi Gereja.

Tim Dewan diketuai oleh Chainarong Monthienvichienchai dan keanggotaannya dipilih dari India, Pakistan, Jepang, Indonesia dan Hong Kong. Mereka bertemu secara berkala untuk menetapkan kebijakan dan mengawasi pengelolaan Executive Director Pastor Michael Kelly SJ.



Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online