UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

INDONESIA – Uskup Baru Weetebula Ungkapkan Rencananya

Juli 23, 2009

SUMBA, Nusa Tenggara Timur (UCAN) — Uskup baru dari salah satu keuskupan kecil di Indonesia mengatakan ia ingin menyapa orang-orang miskin dan terpinggirkan.

“Tugas pokok kita adalah mengusahakan agar setiap orang, khususnya mereka yang paling miskin dan terlantar, dapat mengalami penebusan Kristus,” Kata Uskup Weetebula Mgr Edmund Woga CSsR. Ia berbicara kepada UCA News pada 21 Juli, lima hari setelah tahbisan uskup di Gereja Katedral Roh Kudus.

Keuskupan Weetebula, di Pulau Sumba propinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu keuskupan kecil di Indonesia dalam hal jumlah umat Katolik. Menurut data Gereja tahun 2003, sekitar 260.000 dari 603.305 penduduk pulau itu adalah Protestan, 200.000 pengikut agama tradisional Marapu, 120.000 Katolik dan 20.000 Muslim.

Uskup yang baru itu mengatakan bahwa toleransi umat beragama di keuskupannya sangat baik. ”Ketika umat Katolik membangun gereja, umat dari agama lain ikut membantu dan memberi sumbangan,” katanya.  

Dalam kotbahnya pada misa 17 Juli, Uskup Woga mengatakan ia telah memilih “Praedicare Redemptionem” (mewartakan penebusan) sebagai moto penggembalaannya.

Ia juga menekankan perlunya pembinaan iman yang lebih baik bagi umat Katolik dan pengembangan kelompok-kelompok basis Kristiani. Dengan demikian, ia meneruskan karya pendahulunya Uskup Gerulfus Kherubim Pareira, yang sekarang mengepalai keuskupan Maumere.

Upacara tahbisan Uskup Woga dipimpin oleh Uskup Pareira, Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota dan Uskup Bandung Mgr Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta.

Berpuluh-puluh uskup, pejabat pemerintah lokal dan pemuka-pemuka agama juga menghadiri perayaan itu.

Sementara itu, Uskup Pareira menyebutkan beberapa tantangan yang akan dihadapi uskup baru itu. Ia mengakui bahwa keuskupan Weetebula telah menentukan pengembangan Komunitas Basis Gereja sebagai prioritas, ”tetapi kegiatannya hampir tidak nyata.” Ia mengatakan bahwa misa dan doa rosario yang diadakan di lingkungan hanya dihadiri sedikit umat.

Tantangan lain berhubungan dengan tradisi, katanya. Banyak pasangan Katolik hidup bersama tanpa menikah di gereja karena mereka berpendapat bahwa pernikahan merupakan masalah adat. 

Ia juga mengatakan bahwa banyak umat Katolik lokal masih mengikuti agama Marapu. ”Ketika umat Katolik mengundang seorang imam untuk memberkati rumah, imam itu melaksanakan upacara pemberkatan di depan rumah. Pada waktu yang sama, seorang pemimpin agama Marapu memimpin ritual adat di belakang rumah,” katanya.

Uskup Woga dipilih menjadi uskup Weetebula oleh Paus Benediktus XVI pada bulan April.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi