UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

INDIA – Uskup Agung Keluarkan Pedoman Hidup bagi Para Imam

September 14, 2009

THIRUVANANTHAPURAM, India (UCAN) — Sebuah keuskupan agung di India selatan mengeluarkan sebuah pedoman hidup bagi para imam dan seminaris yang mendorong mereka untuk menjalani kehidupan keras dan sederhana.

“Sekarang ini saatnya untuk introspeksi,” kata Uskup Auksilier Ernakulam-Angamaly Mgr Sebastian Adayanthrath yang mengeluarkan pedoman itu pada 13 September sebagai bagian dari perayaan Tahun Imam di keuskupan agung itu.

Prelatus Siro-Malabar itu mengatakan kepada UCA News bahwa dia membuat pedoman itu setelah berkonsultasi dengan para imam dan umat awam.

“Ini merupakan suatu upaya untuk mengingatkan para imam tentang apa yang diharapkan dari mereka. Mereka harus menjadi model peran bagi umat dan hendaknya jangan terhanyut dalam kesenangan duniawi,” katanya.

Pedoman itu meminta para imam untuk menjadikan Kitab Suci sebagai dasar hidup mereka dan memperhatikan kesederhanaan dan ketransparanan. Pedoman itu meminta mereka untuk tidak menerima hadiah mahal dari umat paroki untuk jasa.

Pastor Paul Thelakat, jurubicara dari Gereja Siro-Malabar, mengatakan kepada UCA News bahwa sejumlah imam telah menerima mobil yang mahal dari paroki.

“Gereja ingin membasmi pemborosan seperti itu,” kata imam itu.

Pedoman itu meminta para imam dan seminaris untuk tidak gunakan barang mahal dan untuk sederhana dalam hal makanan, cara pakaian, dan perjalanan.

Pedoman itu menegaskan bahwa semua imam harus menyempatkan satu hari dalam sebulan khusus untuk doa. Pedoman itu juga ingin agar paroki-paroki menyempatkan satu hari dalam setahun sebagai hari untuk imam. Pada hari itu, umat menghormati pastor paroki dan mengadakan doa khusus bagi para imam yang melayani paroki.

Pedoman itu juga meminta para imam untuk menciptakan suatu platform di setiap paroki untuk berinteraksi dengan kaum awam. Mereka harus mempersiapkan khotbah-kotbah berdasarkan Kitab Suci dan meminta umpan balik dari umat untuk memperbaiki isi dan cara kotbah mereka.

Keuskupan agung yang berpusat di Negara Bagian Kerala itu juga berencana untuk membentuk sebuah pengadilan guna menyelesaikan pertikaian di kalangan para imam.

Sejumlah kaum awam menyambut baik pedoman itu.

“Saya gembira bahwa Gereja mengeluarkan pedoman itu karena sejumlah skandal yang melibatkan para imam dan suster belakangan ini mencoreng citra Gereja di Kerala,” kata Merlyn Thomas, seorang ibu rumah tangga, kepada UCA News. Perempuan berusia 35 tahun itu ingin agar Gereja juga mengeluarkan pedoman bagi kaum awam. “Banyak hal yang kami jalani dalam kehidupan pribadi benar-benar anti-Kristen,” tambahnya.

Augustine Joseph, pensiunan dosen, menyalahkan para pemimpin Gereja karena gaya hidup mewah para imam. “Banyak paroki sudah membangun gereja dengan milyaran rupee. Jika Gereja memang memiliki ketulusan hati untuk mengikuti pedoman itu, maka Gereja juga hendaknya melarang semua praktek seperti itu,” katanya.

Keuskupan agung itu melangkah bertepatan dengan seruan pemerintah federal belakangan ini untuk hidup sederhana. Pemerintah telah melarang para menteri untuk mengadakan perjalanan dengan menggunakan kelas bisnis. Pemerintah juga melarang mereka untuk boros dalam memperlengkapi kantor dan tempat kediaman mereka dengan mengatakan hidup berlebih-lebihan seperti itu tidak sesuai mengingat penderitaan di banyak bagian negeri itu karena kekeringan.

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi