UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Romo Magnis terima Habibie Award 2010

Desember 1, 2010

Romo Magnis terima Habibie Award 2010

Wapres Boediono (batik biru) menyalami Romo Magnis (paling kanan) pada acara penganugerahan Habibie Award 2010 di Jakarta

Pastor Franz Magnis-Suseno, SJ  menerima Habibie Award 2010 atas jasanya dalam membangun dialog dan hubungan harmonis antaragama di Indonesia.

“Saya terkejut dan terharu. Ini artinya saya punya tugas yang harus saya jalankan dalam komitmen saya sebagai seorang intelektual di Indonesia,” kata Romo Magnis usai menerima penghargaan yang diberikan Wapres Boediono, pada hari Senin, 30 November.

Dia mengatakan penghargaan tersebut menunjukkan komitmen negara ini dalam memperjuangkan negara yang independen dan demokratis.

“Saya mendukung perjuangan anda dalam meningkatkan hubungan harmonis antaragama di Indonesia,” kata Boediono yang mengetahui Romo Magnis lewat tulisan-tulisan dan pandangannya tentang hubungan agama yang harmonis.

Romo Magnis lahir di Eckersdorft, Jerman pada tahun 1936 dan ditahbiskan imam pada tahun 1967 di Yogyakarta. Pemerintah mengabulkan permohononannya untuk menjadi warga negara Indonesia tahun 1977.

Sejak April 1996 dia menjadi guru besar filsafat di STF Driyarkara Jakarta.

Penghargaan yang diberi nama sesuai nama presiden ketiga Indonesia,  Bacharuddin Jusuf Habibie, diberikan setiap tahun kepada pribadi-pribadi yang mempunyai pengaruh besar dalam bidang ilmu pengetahuan, bioteknologi dan kesehatan, sosial dan ekonomi, teknik dan sejarah.

Selain Romo Magnis, tiga penerima penghargaan lainnya termasuk Eniya Listiani Dewi, peneliti dalam bidang teknik, Adrian Bernard Lapian, ahli sejarah kelautan, dan Ahmad Syafii Maarif, mantan ketua Muhammadiyah yang merupakan organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia.

Konradus Epa, Jakarta

2 responses to “Romo Magnis terima Habibie Award 2010”

  1. Anggraini60 says:

    Selamat Romo Magnis.

  2. Fnansiscus Rudy says:

    Saya masih percaya kepada para intelektual dinegara ini, bahwa penghargaan terhadap pluralisme atau keberagaman dalam hal agama, budaya dan sosial masih dihargai dan dilaksanakan oleh mereka. Selamat berjuang demi negara Indonesia yang demokratis dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi