UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Relawan KawanKu: 2014 adalah Tahun Indonesia melawan kekerasan seksual

Maret 10, 2014

Relawan KawanKu: 2014 adalah Tahun Indonesia melawan kekerasan seksual

Musriyah (kedua dari kanan depan) dan anggota komunitas Sekolah Perempuan Ciliwung saat menghadiri Panggung Suara Warga di pelataran Monas (9/3).

 

Relawan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual (Relawan KawanKu), sebuah komunitas yang baru terbentuk beberapa bulan lalu, Minggu kemarin (9/3) melakukan kampanye melawan kekerasan seksual yang angkanya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sejumlah relawan dari komunitas itu dan komunitas-komunitas lain seperti Sekolah Perempuan Ciliwung serta buruh dan anak-anak jalanan juga menghadiri acara bertajuk “Panggung Suara Warga: 2014 sebagai Tahun Indonesia Melawan Kekerasan Seksual”, yang digelar di pelataran Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat tersebut.

“Di dunia, satu dari 14 orang perempuan menjadi korban kekerasan seksual. Bahkan dalam Catatan Tahunan (CATAHU) 2012 Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyebutkan di Indonesia 35 orang perempuan menjadi korban kekerasan seksual yang berarti tiap dua jam terdapat tiga korban. Data ini terus merangkak naik dan bahkan 2013 dinobatkan sebagai ‘Tahun Darurat Kekerasan Seksual,’” kata Dian Novita, koordinator Relawan KawanKu.

Komnas Perempuan meluncurkan CATAHU sejak 2001 untuk memperingati Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret. CATAHU 2013 diluncurkan Jumat (7/3) dalam konferensi pers di kantornya. Menurut CATAHU 2012, terdapat 216.156 kasus kekerasan terhadap perempuan, sementara itu CATAHU 2013 mencatat 279.760 kasus.

“Acara ini yang pertama untuk publik. Acara ini sebenarnya lebih pada mengkampanyekan tentang Relawan KawanKu sendiri dan juga kekerasan seksual. Ini juga bentuk peringatan Hari Perempuan Internasional,” kata Dian kepada ucanews.com.

 

0310c

 

Ia juga mengharapkan agar masyarakat bersama-sama menjadikan Relawan KawanKu sebagai tempat berjuang bersama untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

“Kami berharap pemerintah bekerjasama dengan Relawan KawanKu dan lembagta-lembaga perempuan untuk semakin menekan angka kekerasan terhadap perempuan. Misalnya mensosialisasikan Perda No.8/2011 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan,” lanjutnya.

Musriyah dari Sekolah Perempuan Ciliwung mendukung kampanye yang dilakukan oleh Relawan KawanKu.

“Kami ini komunitas perempuan. Bilamana ada gerakan melawan kekerasan terhadap perempuan, pasti kami mendukung,” katanya kepada ucanews.com.

Relawan KawanKu dibentuk pasca Konferensi Perempuan Jakarta Melawan Kekerasan Seksual yang digelar pada 18 Oktober lalu. Sekitar 157 ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, buruh perempuan dan seniman menghadiri konferensi ini.

Selain pertemuan rutin dua bulanan, kegiatan yang pernah dilakukan oleh Relawan KawanKu antara lain membagikan selebaran kepada sejumlah buruh perempuan sebagai bentuk sosialisasi tentang arti sesungguhnya dari kekerasan terhadap perempuan.

Katharina R. Lestari, Jakarta

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi