UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pendidikan Indonesia gawat darurat

Desember 3, 2014

Pendidikan Indonesia gawat darurat

Mendikbud Anies Baswedan

 

Benarkah pendidikan di Indonesia gawat darurat? Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengupas kondisi pendidikan dan kebudayaan, pada acara silaturahim bersama kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi dan kabupaten/kota, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Senin (01/12/2014).

“Harus kita renungkan data dan fakta yang memberatkan dan pahit. Kalau kita tidak buka fakta ini, maka kita akan selalu merasa nyaman dengan situasi yang ada,” ujar Mendikbud.

Kondisi pendidikan di Indonesia dilihat dari pemetaan yang dilakukan oleh Kemendikbud terhadap 40.000 sekolah tahun 2012, 75 persen sekolah tidak memenuhi standar layanan minimal pendidikan. Selanjutnya, hasil uji kompetensi guru tahun 2012 terhadap 460.000 guru adalah 44,5, dibawah standar yang diharapkan yaitu 70.

Kondisi pendidikan di Indonesia berdasarkan pada pemetaan The Learning Curve-Pearson tentang akses dan mutu pendidikan tahun 2013 dan 2014 masuk pada posisi 40 dari 40 negara. Sedangkan pemetaan oleh Universitas 21 tahun 2013, Indonesia memperoleh peringkat 49 dari 50 negara.

Berdasarkan pemetaan pendidikan dari Trends in International Mathematics and Science Studies (TIMSS) tahun 2011, Indonesia berada pada peringkat 40 dari 42 negara. Begitu juga kajian yang dibuat oleh Programme for International Student Assessment (PISA), tahun 2012 Indonesia memperoleh peringkat 64 dari 65 negara.

Tren kinerja Indonesia pada pemetaan PISA tidak menunjukan peningkatan atau penurunan signifikan, cenderung jalan ditempat, pada nilai kinerja rendah.

“Paling darurat sekali adalah minat baca orang Indonesia masih 0,001 persen berdasarkan kajian UNESCO tahun 2012,” ucap Mendikbud.

Tidak hanya hasil kajian, beberapa pemberitaan di media nasional Indonesia juga menunjukan gawatnya pendidikan. Pemberitaan tersebut mengenai kekerasan fisik di dalam dan luar lingkungan pendidikan, kekerasan seksual terhadap pelajar yang terjadi di dalam dan luar lingkungan sekolah.

Berkaca dari gawatnya dunia pendidikan di Indonesia, Mendikbud menegaskan semua pihak  harus berubah, dan menghimbau untuk tidak saling menyalahkan, tetapi bersama-sama turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan.

“Langkah yang harus kita lakukan adalah mengubah banyak hal, mininal kita menyadari ini masalah yang besar. Jangan diam, tetapi langsung turun tangan,” tambah Mendikbud. (Tribunnews.com)

 

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi