UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pallium diberikan kepada uskup agung baru untuk dipakai di keuskupan mereka

Pebruari 2, 2015

Pallium diberikan kepada uskup agung baru untuk dipakai di keuskupan mereka

 

Sebagai tanda “sinodalitas” dengan Gereja lokal, Paus Fransiskus telah memutuskan bahwa para uskup agung metropolitan baru akan secara resmi mengenakan pallium di keuskupan mereka.

“Tujuan perubahan ini adalah untuk lebih menekankan hubungan di kalangan para  uskup agung metropolitan dengan Gereja lokal mereka,” kata Msgr Guido Marini, kepala Liturgi Kepausan, kepada Radio Vatikan, Kamis pekan lalu.

Upacara pengenaan itu secara resmi diadakan di  keuskupan agung mereka agar lebih banyak umat dan para uskup di keuskupan-keuskupan di bawah yurisdiksi uskup agung  dapat menghadiri acara itu, “yang begitu berarti bagi mereka,” katanya.

Pallium adalah busana liturgi yang dipakai di luar kasula dan hanya dipakai oleh uskup agung metropolitan. Pallium terbuat dari wol yang dihiasi dengan salib, yang sesuai tradisi Gereja diberkati oleh Paus pada Peringatan Santa Agnes (21 Januari).

Pallium, yang muncul sekitar abad kelima itu sebagai  simbol yurisdiksi dalam persatuan mereka dengan Takhta Suci.

Secara tradisional Paus menyerahkan pallium tersebut  kepada para uskup agung baru pada 29 Juni setiap tahun, yang merupakan pesta Santo Petrus dan Santo Paulus. Ritual itu merupakan tanda persekutuan dengan Takhta Petrus.

Uskup Metropolitan adalah uskup yang paling senior di antara semua uskup di dalam satu propinsi Gereja dan menjadi koordinator bagi semua uskup dan keuskupan di dalam propinsi Gereja itu. Senioritas seorang uskup metropolitan adalah senioritas menurut hukum sekaligus senioritas menurut kehormatan.

Msgr Marini mengatakan,  “Pallium ini merupakan sesuatu yang signifikan –  menunjukkan ikatan dengan Gereja lokal.”

Dalam sebuah surat tertanggal 12 Januari kepada para nuncio apostolik di negara-negara dimana para uskup agung metropolitan baru ditahbiskan  untuk menerima pallium tradisional tahun ini, Msgr Marini mengatakan bahwa keputusan itu “akan sangat mendukung partisipasi Gereja lokal dalam momen penting dalam hidup dan sejarah”.

Dia juga mengatakan bahwa Paus Fransiskus yakin hal baru ini akan menunjukkan “bahwa perjalanan  sinodalitas dalam Gereja Katolik, sejak awal kepausannya”.

Paus  Fransiskus membuat keputusan itu dengan melakukan perubahan “setelah refleksi panjang dan menerima saran yang diminta,” kata Msgr Marini dalam suratnya.

Paus, jelasnya, akan memberkati pallium itu dalam Misa, 29 Juni, pada pesta Santo Petrus dan Paulus di Vatikan.

Setiap uskup agung metropolitan baru diundang untuk merayakan Misa konselebrasi pada 29 Juni  dan Paus memberkati  pallium di Vatikan, dimana mereka kemudian akan menerima stola itu  “secara pribadi dari tangan Bapa Suci”.

Setelah itu, Msgr Marini mengatakan bahwa hal itu akan sampai ke para nuncio apostolik pada suatu hari dan waktu untuk secara “publik dan secara resmi” menyerahkan pallium kepada para uskup agung  “dengan mandat dari Bapa Suci”.

Uskup lain di bawah yurisdiksi uskup agung metropolitan baru diminta untuk  menghadiri upacara itu untuk gembala baru mereka.

Upacara penerimaan itu  “diperkaya” dengan aspek baru dari masyarakat di tingkat lokal, kata Msgr Marini, seraya menambahkan bahwa dinamika persekutuan yang dihasilkan oleh perubahan itu adalah  “sangat indah”.

Sumber: ucanews.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi