UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja Timor Leste gelar konferensi liturgi pertama

Juli 20, 2016

Gereja Timor Leste gelar konferensi liturgi pertama

 

Sekitar 500 umat Katolik, imam, suster, dan katekis, berkumpul di ibukota Timor Leste untuk konferensi nasional empat hari tentang liturgi, pertama sejak kemerdekaan 14 tahun lalu.

Konferensi yang berlangsung 18-22 Juli itu diadakan di Seminari St. Maria Fatima di Dili dengan tujuan mengatasi berbagai masalah liturgi, termasuk makna liturgi, harmonisasi praktek liturgi, inkulturasi, serta kalender liturgi dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.

Ketua Konferensi Waligereja Timor Leste Uskup Basilio do Nascimiento mengatakan para peserta dapat mendengarkan suara Roh Kudus  tentang apa yang terbaik bagi umat Katolik di negara itu.

“Saya berharap konferensi ini akan menghidupkan kembali perjalanan spiritual para pastor dan orang awam sesuai dengan Konsili Vatikan II,” kata Uskup Nascimiento dalam pidato pembukaan, 18 Juli.

Uskup mengatakan konferensi ini adalah penting karena liturgi merupakan pusat kehidupan Kristen dan memperkuat iman umat di era globalisasi yang dapat mempengaruhi iman mereka.

“Liturgi penting karena melalui liturgi, Kristus menguduskan umat-Nya,” kata Mgr Nascimiento. “Oleh karena itu, umat harus melakukan sesuai ungkapan iman.”

Dia mengingatkan para imam untuk belajar dari kesalahan masa lalu, merefleksikan bersama-sama dan menolak praktek-praktek yang salah.

“Gereja bukan milik imam, tetapi Kristus. Oleh karena itu kita harus memperbaharui hidup kita terus-menerus,” katanya.

Demikian pula Pastor Juvito do Rego dari Keuskupan Dili mengatakan bahwa konferensi ini adalah kesempatan untuk memeriksa kesalahpahaman di masa lalu dan menyelaraskan praktek di masa depan.

Banyak umat Katolik telah salah paham dengan ibadah atau novena sebagai bagian dari liturgi, kata imam itu.

“Mereka berpikir bahwa pelayanan mereka baik maka mereka tidak perlu ke gereja,” katanya.

Pastor Yohanes Rusae, sekretaris eksekutif Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)  yang diundang menjadi pembicara mengatakan kepada para peserta bahwa liturgi sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Katolik.

“Liturgi adalah titik pertemuan di antara umat beriman dan Tuhan,” kata Pastor Rusae, seraya menambahkan bahwa buku-buku liturgi berpedoman kitab suci.

Silvino Gusmao, seorang katekis dari Keuskupan Maliana, mengatakan, umat Katolik telah menunggu konferensi ini selama bertahun-tahun dan berharap untuk belajar banyak dari itu.

“Saya sudah menjadi katekis sejak tahun 1987, tapi pengetahuan saya tentang liturgi tidak memadai,” kata Gusmao, seraya mengatakan bahwa diskusi pada hari pertama konferensi itu telah memperluas wawasannya.

Francisco Assisi, seorang umat paroki dari Dili, berharap konferensi nasional itu akan membuat orang-orang muda lebih tertarik dalam menghadiri gereja.

“Harapan saya bahwa konferensi ini akan menginspirasi kaum muda Katolik untuk tidak menghadiri kebaktian di Gereja lain,” katanya.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi