UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja Pertama di Banglades Merayakan 150 Tahun

September 19, 2018

Gereja Pertama di Banglades Merayakan 150 Tahun

Kardinal Patrick D'Rozario, uskup agung Dhaka melepaskan merpati menandai 150 tahun Gereja Salib Suci di Dhaka pada 14 September. (Foto: Stephan Uttom/ucanews.com)

Ribuan umat Katolik  merayakan 150 tahun sebuah gereja di Banglades dengan memberi penghormatan kepada para misionaris yang telah setia berkontribusi bagi pertumbuhan Gereja di negara itu.

Gereja Salib Suci di sebuah daerah yang dikenal sebagai Dhaka tua, didirikan  tahun 1868 dan dikelola oleh Ordo Salib Suci (OSC), pada 14-15 September diadakan  untuk memperingati hari pendiriannya dengan Misa Kudus, acara kebudayaan dan hidangan persaudaraan.

Kardinal Patrick D’Rozario OSC, uskup agung  Dhaka, ibukota negara itu, bersama dengan Uskup Shorot F. Gomes, mengadakan Misa konselebarasi dan pertunjukan budaya dihadiri oleh lebih dari 3.000 orang, termasuk umat Katolik, Protestan, dan non-Kristen.

“Gereja paroki ini adalah tanda persekutuan ilahi dan keluarga,” kata Kardinal D’Rozario.

Tuhan secara khusus telah memberkati Gereja Salib Suci sehingga berperan penting dalam pertumbuhan Gereja Katolik dan berkontribusi bagi bangsa, tambahnya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan syukur kami kepada Tuhan atas berkahnya,” kata Kardinal D’Rozario.

Dalam sebuah pesan, Duta Besar Vatikan  Mgr George Kocherry menjelaskan  peringatan itu sebagai masa pembaruan spiritual.

“Sangat menggembirakan untuk dicatat bahwa terlepas dari konteks dunia yang sedang berubah, orang-orang Banglades dengan tekun menyaksikan dan mengikuti perjalanan spiritual, ziarah untuk memenuhi prinsip dan tuntutan Kerajaan Allah,” kata Uskup Agung Kocherry.

“Peringatan ini adalah saat yang tepat bagi umat paroki untuk merenungkan masa lalu dan  menghormati para pendahulu.”

Gereja Salib Suci terletak di Luxmi Bazar di daerah yang telah menjadi pusat komersial sejak zaman Kekaisaran Mughal di India.

Meskipun masih menjadi perdebatan lokasi yang tepat ketika misionaris Katolik pertama kali menginjili di Dhaka lama, para sejarawan Gereja percaya bahwa Gereja Katolik yang didedikasikan untuk Bunda Maria didirikan pada 1628.

Gereja itu dihantam  dari waktu ke waktu oleh banjir, serta bencana alam lainnya, dan tidak pernah dibangun kembali.

Belakangan, sebuah kapel kecil didirikan di Luxmi Bazar untuk melayani umat Katolik setempat, kebanyakan dari mereka adalah keturunan para pedagang Eropa.

Tahun 1868, sebuah gereja paroki dibangun, tetapi bangunan itu rusak parah akibat topan tahun 1883.

Tahun 1845, Vatikan mendirikan Vikariat Benggala Timur dan menunjuk Uskup Thomas Oliff sebagai administrator pertama. Uskup Oliff berbasis di kota pesisir Chittagong pada awalnya, tetapi kemudian pindah ke Dhaka.

Gereja Salib Suci melayani sebagai gereja katedral pertama di Dhaka dan menjadi keuskupan sampai tahun 1963, ketika sebuah dekrit kepausan mengangkat Gereja Maria Dikandung Tanpa Noda di Ramna di pusat kota Dhaka untuk menjadi katedral dan kediaman uskup Dhaka.

Gereja Salib Suci telah melahirkan lembaga-lembaga gereja dan lembaga-lembaga yang menganut  nilai-nilai kristiani yang luar biasa, termasuk Perguruan Tinggi Notre Dame, Kolese Salib Suci, Sekolah Tinggi dan Kolese Santo Gregorius, Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi Santo Joseph, Sekolah Teknik Santo Joseph, dan koperasi kristiani.

 

One response to “Gereja Pertama di Banglades Merayakan 150 Tahun”

  1. thecha says:

    Sang kardinal tergabung dalam tarekat CSC, bukan OSC. Coba dicek di sumber2 resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi