UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Karitas Dukung Upaya Pemulihan Filipina

September 21, 2018

Karitas Dukung Upaya Pemulihan Filipina

Josephine Dayag menunjukkan kebun jagungnya yang dihantam topan di provinsi Cagayan setelah Topan Mangkhut pada 15 September. (Foto: Richard Atrero de Guzman/Greenpeace)

Lembaga-lembaga kemanusiaan Katolik dari seluruh dunia telah berjanji memberi bantuan dan rehabilitasi bagi Filipina setelah terjadinya topan yang menghancurkan beberapa provinsi utara.

Karitas International di Roma telah  berjanji membantu membiayai operasi bantuan bagi ribuan keluarga yang terkena dampak Topan Mangkhut.

“Setelah badai berlalu, orang akan membutuhkan bantuan untuk memulihkan mata pencaharian mereka,” kata Karitas dalam sebuah pernyataan.

Topan Mangkhut, yang paling kuat melanda negara itu tahun ini, dilaporkan mempengaruhi lebih dari satu juta orang di 30 provinsi di seluruh negeri.

Dari lebih dari 264.300 keluarga yang terkena dampak, setidaknya 37.160 mengungsi.

Richard Gordon, ketua Palang Merah Filipina, mengatakan organisasinya khawatir bagaima para korban akan mengatasi minggu-minggu dan bulan-bulan mendatang.

“Penghasilan mereka dari pertanian dan perikanan akan berkurang drastis, sehingga hampir tidak mungkin bagi para korban berpenghasilan rendah untuk memperbaiki rumah mereka atau bahkan memberi makan keluarga mereka,” katanya.

Pastor Edwin Gariguez, sekretaris eksekutif Karitas Philipina, mengatakan upaya bantuan yang berkelanjutan harus memberdayakan masyarakat dan pemulihan jangka panjang.

Asesor Karitas melaporkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk makanan di daerah pesisir dan pedalaman.

“Ada banyak hal yang kita butuhkan saat ini, terutama makanan, makanan kaleng, pakaian, selimut,” kata Pastor Peter Rambac, pastor paroki di kota Roxas di provinsi utara Isabela.

Imam itu mengatakan bahwa di parokinya saja, 90 persen dari hasil panen telah rusak.

“Kami membutuhkan bantuan Anda di Benguet, terutama bagi keluarga dan individu di pusat-pusat evakuasi,” kata Pastor Manuel Flores, koordinator aksi sosial Keuskupan Baguio.

Relawan dan bantuan dari uskup Amerika Serikat sudah di lapangan memberikan bantuan untuk keluarga dengan mendistribusikan makanan dan tempat tinggal, air minum dan peralatan kebersihan.

Lembaga-lembaga Katolik di Inggris dan Wales menjanjikan sekitar US $ 39.000 untuk membantu Caritas Filipina meningkatkan respon tanggap daruratnya.

Topan, yang dikenal secara lokal sebagai Ompong, adalah yang terkuat tercatat di dunia pada tahun 2018 dan menghantam ujung timur laut Luzon pada pagi hari diawal 15 September.

Wilayah yang paling terpukul, Lembah Cagayan, adalah produsen jagung teratas negara itu dan produsen utama beras.

Topan Mangkhut menyerang sebelum panen, mempengaruhi lebih dari 80 persen tanaman jagung dan menyebabkan kerusakan pertanian yang diperkirakan mencapai 53 juta dolar AS.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi