UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Laporan PBB Terbaru  Menghubungkan Partai Berkuasa di India Dengan Kekerasan

September 21, 2018

Laporan PBB Terbaru  Menghubungkan Partai Berkuasa di India Dengan Kekerasan

Umat Muslim berdemonstrasi di Kolkata pada 25 Juli. (Foto: IANS)

Laporan PBB terbaru mengkaitkan Partai Bharatiya Janata  (BJP) di India  pro-Hindu sebagai aktor dibalik aksi kekerasan dan pidato-pidato yang memanas terhadap minoritas agama.

Pelapor khusus Tendayi Achiume, seorang aktivis HAM yang ditunjuk oleh Dewan HAM PBB, pada 12 September menyerahkan laporan tentang bentuk-bentuk terkini rasisme, diskriminasi rasial  dan intoleransi terkait.

BJP Perdana Menteri Narendra Modi, yang berkuasa di New Delhi pada 2014, “telah dikaitkan dengan insiden kekerasan terhadap anggota Dalit, Muslim, suku dan komunitas Kristen,” kata laporan itu.

Ia mengatakan laporan itu mendokumentasikan “penggunaan komentar yang menghasut oleh para pemimpin BJP terhadap kelompok minoritas” dan “kebangkitan vigilantisme yang menargetkan Muslim dan Dalit” di India.

Laporan yang diamanatkan oleh resolusi Majelis Umum PBB 2017 bertujuan menganalisis “ancaman yang diajukan oleh populisme nasionalis terhadap prinsip-prinsip HAM  fundamental yang menjunjung tinggi prinsip  non-diskriminasi dan kesetaraan.”

Aktivis HAM  di India mengatakan para pemimpin BJP terus mengekspresikan prasangka mereka terhadap Muslim dan Kristen di pidato publik dan media, menekankan dominasi Hindu di negara di mana 80 persen dari 1,2 miliar penduduknya adalah Hindu.

“Anda mengambil koran atau menonton berita di televisi. Setiap kali pemimpin mereka berbicara, mereka berbicara secara terbuka melawan kelompok-kelompok yang sudah menderita dan tidak pernah tertarik membela mereka,” kata pemimpin Kristen A.C. Michael, menanggapi laporan tersebut.

Michael mengatakan pemimpin partai yang berkuasa menganggap minoritas, termasuk Dalit dan orang-orang suku, sebagai warga kelas dua dan ingin mereka menjauhi arus utama. “Bahkan ada seruan  untuk mengusir orang Kristen dan Muslim ke negara lain, menghasut kekerasan terhadap orang-orang ini,” katanya.

Orang-orang Kristen mengalami kekerasan di 24 dari 29 negara bagian India  tahun 2017, demikian  menurut laporan 2018 oleh  Persecution Relief, sebuah kelompok Kristen yang mendokumentasikan kekerasan anti-Kristen di India. Tahun lalu, India mencatat 736 insiden serangan terhadap orang Kristen, lebih dari dua kali lipat dari 348 insiden yang dilaporkan pada tahun 2016.

Madhya Pradesh, tempat BJP memerintah selama 15 tahun, mencatat 52 insiden, meningkat 54 persen dari 2016.

Laporan Achiume mengatakan bahwa di banyak negara, partai-partai nasionalis terus menggelorakan reformasi tata kelola pemerintahan  yang menghasilkan pengecualian kelompok minoritas. Ini mengacu pada program pendaftaran warga yang dilaksanakan oleh BJP di negara bagian Assam yang membuat jutaan orang tanpa kewarganegaraan – kebanyakan Muslim yang datang dari Banglades sekitar dekade lalu.

“Diskriminasi dan pernyataan-pernyataan yang menghasut sangat mencolok sehingga badan-badan internasional mulai memperhatikan mereka,” kata Shabnam Hashmi, seorang aktivis HAM  dan Muslim yang tinggal di New Delhi.

Dia mengatakan hal itu memalukan bahwa mereka yang berkuasa menyebarkan kekerasan terhadap minoritas dan kelompok terpinggirkan lainnya termasuk Dalits, suku dan perempuan.

Setidaknya 10 pria Muslim dihukum gantung dan banyak lainnya terluka oleh kelompok perlindungan sapi, banyak yang tampaknya beroperasi dengan dukungan BJP, kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan dalam sebuah laporan tahun ini.

Mukti Prakash Tirkey, editor mingguan tentang Dalit dan urusan kesukuan yang diterbitkan di New Delhi, mengatakan, “sudah saatnya bahwa Dalits, Muslim dan Kristen harus bersatu untuk memperjuangkan hak-hak mereka.”

Tirkey, seorang aktivis dan pemimpin suku, mengatakan kebijakan kesejahteraan pemerintah Modi yang diumumkan untuk orang-orang kesukuan “hanyalah sebuah pencuci mata … itu semua hanya di atas kertas dan kondisi masyarakat terus memburuk.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi