UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Mengenang Uskup Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang OFMCap

September 21, 2018

Mengenang Uskup Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang OFMCap

Uskup Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang OFMCap meninggal dunia pada 20 Sept pada usia 63 tahun dan akan dimakamkan pada 23 Sept.2018.

Uskup Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang OFMCap meninggal dunia pada usia 63 tahun setelah menderita sakit pada saluran empedu.

Pastor Blasius S. Yesse Pr, sekretaris Keuskupan Sibolga, mengatakan kepada ucanews.com bahwa Uskup Ludovikus meninggal dunia di RS St. Elizabeth di Medan, ibukota Propinsi Sumatera Utara, pada Kamis (20/9) sekitar pukul 03:30 WIB.

Menurut imam diosesan itu, jenazahnya akan disemayamkan di Gereja Katedral St. Theresia Lisieux di Kota Sibolga.

“Pada Minggu, 23 September, ibadat pagi jam 07:00 WIB di katedral. (Dilanjutkan dengan) acara melayat, doa dan lain-lain. Jam 13:00 WIB, (jenazah) diberangkatkan ke tempat pemakaman di komplek Seminari Menengah St. Petrus di Aek Tolang,” katanya.

“Misa requiem jam 15:00 WIB, dipimpin oleh Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap di komplek seminari menengah dan diteruskan dengan pemakaman,” lanjutnya.

Pastor Blasius mengatakan sebelum pemakaman ada serangkaian acara yang digelar pada Jumat (21/9) dan Sabtu (22/9) di katedral, antara lain ibadat pagi pada pukul 07:00 WIB, penghormatan publik dan Misa sore pada pukul 17:00 WIB.

Uskup Ludovikus lahir di Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada 23 April 1965. Ia ditahbiskan sebagai imam Ordo Saudara-Saudara Dina (OFMCap) pada 10 Juli 1983. Ia diangkat sebagai uskup Sibolga oleh Paus Benediktus pada 14 Maret 2007 dan ditahbiskan sebagai uskup pada 20 Mei pada tahun yang sama.

Sebelum meninggal, Uskup Ludovikus menjabat sebagai ketua Komisi Seminari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Menurut Pastor Blasius, Uskup Ludovikus adalah  orang yang memiliki spiritualitas yang kuat. “Dia orang yang sangat tenang. Sebelum memutuskan sesuatu, dia selalu mempertimbangkannya dengan baik. Dari sisi karya, dia rajin melakukan kunjungan pastoral,” katanya.

“Dia orang yang sangat rendah hati dan sederhana,” lanjutnya.

Selfi Yanti Bali, seorang umat dari Paroki Hati Kudus Yesus di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, mengatakan kematian Uskup Ludovikus adalah sebuah kehilangan besar bagi keuskupan.

“Beliau orang yang sangat rendah hati dan sederhana. Beliau sangat mendukung program-program dari umatnya. Beliau tidak pernah bilang ‘jangan’ atau ‘tidak.’ Bahkan saya pernah komunikasikan soal Komunitas Sant’Egidio dan beliau bilang bagus dan sangat mendukung,” kata wanita berusia 40 tahun itu.

Menurut Selfi – yang juga anggota Komunitas Sant’Egidio setempat, Uskup Ludovikus mampu merangkul semua umat dari berbagai latar belakang etnis dan sosial.

“Saya sendiri berharap sosok uskup pengganti nanti seperti Bapak Uskup Ludovikus,” lanjutnya.

One response to “Mengenang Uskup Sibolga Mgr Ludovikus Simanullang OFMCap”

  1. Delvy Manullang. says:

    Pertemuan IYD tahun 2016 di Manado,
    Membuatku sangat terkesan, selesai Misa saya ingin sekali ketemu Uskup Sibolga karna semarga dengan saya. Pertemuan itu kira kira 5 menit
    Dalam perkenalan beliau sangat senang dan akupun merasa sangat nyaman dan damai bebincang sejenak dengan beliau dan menyempatkan untuk berfoto bersama.Beliau adalah sosok seorang bapa pengayom yang sederhana yang memancarkan senyuman kedamaian untuk semua orang yg bersama dan ketemu dengan beliau.Saya merasa sangat sedih dan kehilangan seorang Gembala yang baik hati dan penuh cinta pada sesama. Selamat jalan Opung Mgr Ludovicus Simanullang Ofm Cap.Beristirahatlah dalam damai Tuhan.Jadilah pendoa bagi kami yang masih berziarah di Dunia fanah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi