UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Puluhan Buruh Migran Tewas Akibat Minuman Keras di Malaysia

September 26, 2018

Puluhan Buruh Migran Tewas Akibat Minuman Keras di Malaysia

Tumpukan minuman keras opolosan siap dimusnahkan setelah penggerebekan di Surabaya, pada 25 April. (Juni Kriswanto/AFP)

Minuman alkohol bajakan diyakini telah menewaskan sedikitnya 33 orang, sebagian besar pekerja migran miskin, di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur selama seminggu terakhir.

Para petugas kesehatan disiagakan ketika rumah sakit di sekitar kota mulai didatangi oleh pasien dengan gejala keracunan pada 18 September.

Kematian pekerja pabrik dilaporkan oleh majikannya sekitar jam 7 malam  pada 17 September, menurut polisi. Dua kematian lain menyusul dengan cepat malam itu.

Korban pertama, Nepali Gole Aaite Singh, adalah seorang buruh di pabrik plastik, menurut laporan  surat kabar The Star.

Menurut istrinya Dolmo Maya, dia pulang kerja seperti biasa dan mengatakan baru saja mengonsumsi sedikit minuman. Istrinya mengatakan dia tidak melihat sesuatu yang aneh pada suaminya pada pagi berikutnya ketika dia berangkat kerja.

Sekitar jam 2 siang, dia menerima telepon dari suaminya yang mengeluh sesak napas. Dia dibawa ke rumah sakit pemerintah di mana dia meninggal beberapa saat kemudian.

“Semuanya terjadi begitu cepat. Kami sampai di rumah sakit dan dalam 15 menit saya diberitahu dia sudah meninggal,” kata Maya, yang memiliki tiga anak berusia 10, 15 dan 17 tahun.

Para petugas kesehatan mengatakan mereka telah menerima pemberitahuan 76 kasus keracunan, dengan sebagian besar korban dari Myanmar, Nepal, Bangladesh dan India.

Kepala Departemen Kesehatan Nasional Noor Hisham Abdullah mengatakan semua korban menunjukkan gejala keracunan metanol termasuk sakit perut, mual, muntah dan penglihatan kabur, sementara beberapa juga mengalami kesulitan bernapas, kejang dan kehilangan kesadaran.

Beberapa tetap dalam kondisi kritis, dan beberapa telah diperbolehkan pulang, katanya.

Dengan banyak toko kecil di lingkungan miskin yang menimbun merek alkohol murah, jumlah kasus bisa meningkat, dia memperingatkan.

Polisi telah menangkap beberapa orang dan pemerintah setempat telah memerintahkan penutupan lusinan toko yang diketahui menyimpan minuman beralkohol murah dan sering dikunjungi oleh pekerja pabrik.

Seorang anggota keluarga dari salah satu almarhum menggambarkan bagaimana pria itu mengeluh, dia tidak bisa melihat dan mengalami kesulitan bernapas beberapa jam setelah dia minum sedikit alkohol setelah bekerja.

Minuman keras murah buatan sendiri sangat populer di kalangan buruh migran miskin di Malaysia, yang memiliki pajak alkohol yang tinggi. Versi palsu dari merek bir populer dijual secara terbuka di restoran di seluruh negeri.

Contoh terakhir keracunan massal dan korban jiwa dari minuman beralkohol di Malaysia terjadi pada akhir tahun 1970-an.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi