UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Terjemahan Kitab Suci Baru Rangkul Generasi Milenial Filipina

September 26, 2018

Terjemahan Kitab Suci Baru Rangkul Generasi Milenial Filipina

Kitab Perjanjian Baru bertujuan untuk merangkul generasi milenial di Filipina. (ucanews.com)

Terjemahan Kitab Perjanjian Baru dalam bahasa Filipina bertujuan untuk menarik orang muda dengan menggunakan apa yang disebut oleh penerbit sebagai “bahasa heterogen.” Karakteristiknya adalah campuran bahasa Filipina dan bahasa Inggris.

Anicia del Corro, seorang konsultan penerjemahan dari Lembaga Kitab Suci Filipina (LKSF), mengatakan terjemahan baru itu dirancang untuk merefleksikan bentuk lisan dari bahasa Filipina agar mudah dipahami.

“(Kami) yakin bahasa yang dipakai dalam terjemahan Kitab Suci itu sama dengan cara orang berbicara,” katanya saat peluncuran Versi Pinoy Kitab Perjanjian Baru pada Senin (24/9).

Ia mengatakan terjemahan baru itu ingin menangkap cara berbicara orang Filipina saat ini.

“Versi baru” itu, lanjutnya, tetap “menghormati Sabda Allah” meskipun menggunakan bahasa informal.

“Bahkan jika kami mengatakan bahasa yang dipakai informal, ada batasan terkait informalitas ini karena kami berusaha menjaga rasa hormat kami karena Allah adalah Sang Pencipta Sabda Allah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa terjemahan baru itu “bisa saja informal … tetapi hal ini tidak relevan.”

Nora Lucero, sekretaris umum LKSF, mengakui bahwa terjemahan baru itu memunculkan beragam reaksi. Namun orang muda yang disebut sebagai generasi milenial menyambut terjemahan baru itu.

“Kami senang bahwa generasi milenial sangat menerimanya,” katanya.

“Mereka mengatakan bahwa mereka mengerti Sabda Allah karena mereka kini bisa memahaminya,” lanjutnya.

Lucero mengatakan “misi” dari LKSF adalah membuat Kitab Suci “relevan dewasa ini dalam bahasa yang digunakan oleh mayoritas masyarakat kita.”

“Saya harap ini akan dihargai,” lanjutnya.

Terjemahan baru itu diluncurkan setelah melewati penelitian dan konsultasi selama beberapa tahun. “Prosesnya begitu telaten dan teliti,” katanya.

“Ini bukannya tanpa perencanaan atau keinginan mendadak dari Lembaga Kitab Suci … ini adalah produk dari penelitian mendalam dan ulasan yang meluas,” lanjutnya.

Penerbit mengatakan mereka akan membiarkan terjemahan baru itu “berbicara sendiri.”

“Biarlah pembaca, khususnya generasi milenial, yang menilai apakah (terjemahan baru itu) nyambung bagi mereka atau tidak,” kata Lucero.

Hal terpenting, lanjutnya, adalah orang muda memahami Sabda Allah dan Sabda Allah menyentuh hati mereka melalui bantuan Kitab Suci itu.

“Dengan demikian, mereka bisa mengenal Allah dalam cara yang lebih baik dan akan ada transformasi dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Versi Pinoy Kitab Perjanjian Baru diluncurkan bulan ini pada Pameran Buku Internasional di Manila.

Dari 5.000 jilid, setengahnya sudah terjual selama pameran dan sisanya masih tersedia di LKSF di Manila. Harga per jilid adalah 20 dolar AS.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi