UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Harapan Umat Katolik dari Uskup Baru Mgr Ewaldus

September 27, 2018

Harapan Umat Katolik dari Uskup Baru Mgr Ewaldus

Mgr Ewaldus Martinus Sedu ditahbiskan pada 26 September 2018 di Glora Samador, Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Mgr Ewaldus Martinus Sedu, 55, telah ditahbiskan sebagai uskup Maumere pada Rabu (26/9) sore. Ia menggantikan Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD yang mengundurkan diri pada September 2016.

Upacara tahbisan digelar di Gelora Samador da Cunha di Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan dihadiri oleh ribuan orang termasuk uskup, imam dan umat awam.

Misa pontifikal akan dirayakan di gereja Katedral St. Yosef Maumere pada Minggu (30/9).

Mgr Ewaldus lahir di Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, pada 30 Juli 1963. Ia ditahbiskan sebagai imam diosesan pada 7 Juli 1991. Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai uskup Maumere pada 14 Juli tahun ini.

Sejak 1997 hingga 2001, ia menempuh studi pedagogi di Roma dan kemudian menjadi vikjen Keuskupan Maumere sebelum ditahbiskan sebagai uskup.

Norbertus Jegalus, dosen filsafat di Universitas Katolik Widya Mandira di Kupang, ibukota Propinsi NTT, dan teman kelas Mgr Ewaldus saat masih menempuh studi di Seminari Tinggi St. Petrus di Ritapiret, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, mengatakan kekuatan terbesar yang dimiliki Mgr Ewaldus adalah kemampuan untuk mendengarkan orang lain.

“Mgr Ewaldus adalah seorang pribadi yang sejak seminari tinggi mudah diterima oleh semua pihak karena ia adalah orang yang mendegarkan orang lain. Setiap kali ada pembicaraan apa saja dari orang lain, ia tidak begitu sertamerta menanggapi apalagi menanggapi secara emosional, ia selalu mendengarkan dan menangkap apa yang mau disampaikan oleh pihak lain kepadanya,” katanya kepada ucanews.com.

“Saya berani mengatakan bahwa bagi Mgr Ewaldus tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan karena ini kekuatannya: sikap mendengarkan,” lanjutnya.

Ia pun berharap Mgr Ewaldus akan memimpin Keuskupan Maumere menurut semangat Konsili Vatikan II.

“Gereja sekarang menghadapi realitas dunia – politik, ekonomi dan segala macam. Mgr Ewaldus harus menghadapi itu. Meskipun menghadapi dunia dan segala tantanganya, ia tetap sebagai pemimpin yang memperagakan kepemimpinan Kristus, tidak terjebak oleh tantangan atau godaan dunia dan akhirnya melupakan hakikat kepemimpinannya,” katanya.

Theresia Wilhelmina Mado, umat Paroki St. Thomas Morus di Maumere yang juga menghadiri upacara tahbisan, mengatakan program peneguhan iman perlu digiatkan di Keuskupan Maumere.

“Saya mengukur diri saya sendiri. Kadang-kadang saya terlibat dalam kegiatan Gereja bukan karena iman Katolik saya. Saya melakukannya karena memang saya Katolik, ini suatu keharusan bagi saya sebagai seorang Katolik. Tapi ukuran iman Katolik saya masih jauh rasanya,” katanya kepada ucanews.com.

Wanita awam berusia 30 tahun yang aktif dalam Komunitas Sant’Egidio setempat itu juga berharap Mgr Ewaldus meningkatkan toleransi antar-umat beragama di wilayah Keuskupan Maumere.

“Di sini toleransi sangat baik kalau saya lihat dibanding kota-kota lain. Tetapi saya khawatir sekarang karena isu politik sangat mengkhawatirkan. Biar perdamaian tetap terjaga,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Mgr Ewaldus mengatakan tahbisannya bukan sekedar selebrasi tetapi merupakan langkah awal pergumulan dalam kemiskinan dan ketidakadilan.

Ia juga mengajak umat Katolik untuk menyadari bahwa iman seharusnya humanis dan bersifat terbuka.

Mgr Ewaldus tidak bisa dimintai komentar lebih lanjut ketikaucanews.com menghubunginya.

Namun sehari sebelum upacara tahbisan, Mgr Ewaldus – yang memilih Duc in Altum (bertolaklah ke tempat yang lebih dalam) sebagai mottonya – mengatakan kepada tim Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI) bahwa ia akan menjadikan Keuskupan Maumere “lebih beriman, sejahtera, solider, saling membantu dan berbagi dalam terang Sabda Allah.”

Keuskupan Maumere memiliki lebih dari 302.000 umat Katolik di 36 paroki dan 62 imam diosesan, 134 imam religius, 157 biarawati dan 13 bruder.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi