UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para Uskup Vietnam Menyambut Gembira Kunjungan Utusan Vatikan

September 28, 2018

Para Uskup Vietnam Menyambut Gembira Kunjungan Utusan Vatikan

Uskup Agung Marek Zalewski (tengah) dan Uskup Agung Joseph Nguyen Chi Linh (kanan) menghadiri resepsi di pusat pastoral pada 24 Sept. (Foto:My Tho Diocese)

Ketua Konferensi Waligereja Vietnam mengatakan kepada utusan Vatikan yang berkunjung ke sana bahwa kehadirannya membawa harapan baru untuk  negara komunis, yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Tahta Suci.

Uskup Agung Marek Zalewski menghadiri pertemuan nasional Konferensi Waligereja Vietnam (CBCV) pada 24-28 September di Pusat Pastoral Kota My Tho, Vietnam selatan.

Mgr Joseph Nguyen Chi Linh, Ketua Pesidium CBCV, mengatakan bahwa 21 Mei 2018, adalah hari bersejarah bagi gereja Vietnam, terutama para uskup, ketika Uskup Agung Zalewski diangkat sebagai duta apostolik untuk Singapura dan wakil non-residen dari Tahta Suci untuk  Vietnam.

“Kami ingin mengucapkan salam hangat dan menyambut Anda,” kata Uskup Agung Linh kepada diplomat yang telah bertugas di Afrika, Eropa, Asia, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa selama 23 tahun.

Uskup Agung Hue mengatakan gereja katolik Vietnam mengharapkan diplomat Polandia itu untuk membawa secercah harapan untuk negara mereka, yang telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Vatikan sejak negara itu bersatu kembali di bawah pemerintahan komunis pada 1975.

“Kami percaya bahwa apa yang ditabur pendahulu Anda akan menghasilkan buah dalam jangka waktu Anda,” katanya kepada Uskup Agung Zalewski pada pertemuan itu.

Uskup Agung Leopoldo Girelli, yang menjadi wakil pertama non-residen Vatikan untuk Vietnam pada tahun 2011, melakukan berbagai upaya terbaik untuk meningkatkan hubungan diplomatik antara kedua belah pihak ke tingkat yang lebih tinggi dari status perwakilan penduduk. Dia menyelesaikan masa jabatannya November lalu.

Uskup Agung Linh menyatakan harapannya bahwa Uskup Agung Zalewski, yang berasal dari Polandia, tempat tinggal Paus Yohanes Paulus II dan sebelumnya dikuasai oleh komunis, “akan mengatasi kesulitan yang disebabkan oleh perang ideologi sebelumnya.”

Dia mengatakan, kehadiran Uskup Agung Zalewski pada pertemuan Konferensi Wali Gereja Vietnam “menunjukkan ikatan yang nampak  dari persekutuan antara Takhta Suci dan gereja katolik  Vietnam, dan sinyal perjalanan Anda bersama kami.”

Pada 26 September, Uskup Agung Zalewski, didampingi oleh Kardinal Peter Nguyen Van Nhon dari Keuskupan Agung Hanoi dan Uskup Joseph Nguyen Nang dari Phat Diem, memberi penghormatan kepada Presiden Vietnam, Tran Dai Quang, pada pemakamannya di Hanoi.

Berpusat  di Singapura, Uskup Agung Zalewski, 55, membalas kunjungan pertamanya ke Keuskupan Agung Hanoi pada 9-15 September sejak pengangkatannya pada bulan Mei. Ia bertemu dengan pejabat pemerintah dan memberi ceramah kepada para uskup, imam, dan seminaris utara.

“Tanggung jawab saya di Vietnam adalah untuk menjamin ikatan persekutuan di antara para uskup, antara uskup dan imam, antara uskup dan komunitas Tuhan, dan antara para hierarki  Vietnam dan Bapa Suci,” kata diplomat itu kepada ratusan umat Katolik yang menghadiri acara khusus Misa menyambutnya di Katedral St. Joseph di Hanoi pada 11 September.

“Misi lain adalah untuk memastikan kesatuan gereja lkatolik Vietnam dengan Bapa Suci selain bersatu dengan otoritas sipil di Singapura dan Vietnam.”

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi