UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Tentara Etnis Mengusir Imam, Biarawati dari Pelosok Myanmar

September 28, 2018

Tentara Etnis Mengusir Imam, Biarawati dari Pelosok Myanmar

Bayangan anggota UWSA (United Wa State Army) yang sempat diabadikan kamera pada 26 Juni 26, 2017. (Foto: Ye Aung Thu/AFP)

Sekelompok imam Katolik dan guru diusir dari Negara Bagian Shan di utara Myanmar oleh tentara etnis minoritas yang didukung China.

Seorang imam Katolik mengatakan kepada ucanews.com bahwa seorang imam Salesian, lima biarawati dari konggregasi Missionaris Santo Paulus dan enam orang guru awam diperintahkan oleh Tentara negara bagian Wa (UWSA) untuk meninggalkan wilayah utara Wa  yang berbatasan dengan Cina.

“Anak-anak dan masyarakat setempat sangat kecewa dengan pengusiran para imam, biarawati dan guru,” kata imam yang meminta namanya tidak publikasikan .

Ordo Salesian and kongregasi Missionaris Santo Paulus memberikan layanan pendidikan dan perawatan kesehatan kepada orang-orang di daerah terpencil.

Tidak ada gereja Katolik di daerah itu dan para imam merayakan Misa di tempat tinggal mereka.

Pengusiran datang sebagai bagian dari kampanye di mana UWSA – yang berasal dari Partai Komunis Burma – telah menghancurkan gereja-gereja yang ilegal, menahan para pendeta dan menutup sekolah-sekolah agama di wilayah Wa di Negara Bagian Shan sejak 13 September.

Beberapa pendeta dan guru dari gereja Baptis telah ditahan oleh UWSA. Semua sekolah Baptis juga telah ditutup.

Imam itu mengatakan pengepungan di Mong Mao, kota terbesar kedua Wa, tampak semakin memburuk dimana milisi UWSA dalam proses memeriksa semua gereja, sekolah dan biara.

Para pejabat Gereja Katolik di Myanmar berencana mengirim surat ke kantor penghubung UWSA di Lashio, Negara Bagian Shan. Surat itu akan menjelaskan program pendidikan dan perawatan kesehatan Gereja Katolik di wilayah Wa, yang telah berlangsung selama hampir 30 tahun.

Pejabat Wa yang pertama kali mengundang gereja ke wilayah itu dan para Salesian yang pada awalnya menjawab panggilan itu, kata imam itu.

Keuskupan Lashio yang mencakup wilayah Wa tidak secara resmi diinformasikan oleh UWSA tentang tindakan keras itu, menurut sumber-sumber gereja.

Para pemimpin UWSA telah menginstruksikan pasukan dan administratornya untuk mencari tahu apa yang misionaris lakukan di wilayah Wa.

Mereka juga menyatakan bahwa semua gereja yang dibangun setelah tahun 1992 telah dibangun secara ilegal dan akan dihancurkan. Hanya gereja-gereja yang dibangun antara 1989 dan 1992 telah dianggap legal.

UWSA juga telah melarang pembangunan gereja-gereja baru dan mengharuskan para imam dan pekerja di gereja-gereja harus lokal, bukan asing.

Mereka juga melarang pengajaran agama di sekolah-sekolah di wilayah Wa, anggota UWSA telah dilarang menjadi anggota organisasi keagamaan.

Pemimpinan UWSA juga berjanji untuk menghukum kader dipemerintahan lokal yang mendukung kegiatan misionaris.

Wilayah Wa adalah rumah bagi kelompok etnis termasuk Wa, Kachin, Ta’ang, Lahu, Lisu, Kokang dan Shan, mereka menganut agama Kristen, Budha, animisme, ibadah roh dan Islam. Umat ​​Kristen terdiri dari sekitar 30 persen dari sekitar 450.000 penduduk Wa.

Beranggota 30.000 – UWSA merupakan kolompok kuat – tentara etnis terbesar di Myanmar – dikenal sebagai salah satu kelompok perdagangan narkoba terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi