UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keuskupan Marbel di Filipina Memerangi Judi 

Oktober 1, 2018

Keuskupan Marbel di Filipina Memerangi Judi 

Masyarakat mengantri untuk membeli tiket lotere menjelang pengundian “Ultra Lotto” berhadiah sebesar 12 juta dolar AS pada 28 September. (Foto: Karl Romano)

Kampanye melawan judi yang diluncurkan baru-baru ini oleh Keuskupan Marbel di Filipina bagian selatan terbukti berhasil setelah walikota setempat berjanji untuk menutup kios-kios lotere di kotanya.

Keuskupan melakukan kampanye bukan hanya dari mimbar tetapi juga di kalangan komunitas Kristiani.

Langkah itu muncul setelah para pemodal mendirikan sejumlah kios lotere di Kota Koronadal dan kota-kota sekitarnya.

“Sebagai sebuah keuskupan, sikap kami adalah tidak berjudi,” kata Pastor Ariel Destora, direktur Pusat Aksi Sosial Keuskupan Marbel.

Ia mengatakan para pemimpin Gereja setempat telah meminta Komunitas Basis Kristiani “untuk secara aktif menentang” pengoperasian kios lotere di wilayah mereka.

Kios lotere, lanjutnya, menjamur di kota itu dan kota-kota sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir.

“Jika warga dalam komunitas menolak judi, ini akan membuat perbedaan. Dengan demikian, mereka memberdayakan diri mereka dan komunitas mereka,” katanya.

Kios lotere merupakan operasi legal yang diijinkan oleh Kantor Undian Amal Filipina. Kios lotere dimulai pada 2005 sebagai bagian dari aksi pemerintah untuk memberantas permainan angka ilegal yang disebut “jueteng.”

Namun Pastor Destora mengatakan judi mempromosikan budaya “melupakan prioritas dan berpasrah pada nasib.”

“Bukannya membeli makanan untuk keluarga mereka, beberapa orang memakai sisa uang mereka sebagai taruhan dengan harapan bisa menang meskipun kemungkinannya sangat kecil,” lanjutnya.

Ia mengatakan judi juga menyebabkan kecanduan yang bisa “menghancurkan nilai-nilai keluarga.”

Pastor Destora mengatakan para pastor paroki berperan penting dalam upaya memerangi judi karena mereka secara langsung terlibat dalam komunitas Kristiani.

Walikota Peter Miguel mendukung Gereja dan mengatakan ia tidak akan mengijinkan kios lotere beroperasi di kota itu.

Ia mengaku telah menginstruksikan sebuah tim untuk membongkar kios lotere di 27 desa. Lotere, katanya, “tidak bisa membasmi judi ilegal yang tengah kita lawan.”

Hingga 28 September, “Ultra Lotto” Filipina diduga akan memecahkan rekor dalam hal nominal uang hadiah karena nilainya mencapai 14 juta dolar AS dalam penarikan undian selanjutnya.

 

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi