UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pastor Mansuetus Akhiri Puluhan Tahun Kris Air Bersih Sebuah Desa di Flores

Oktober 1, 2018

Pastor Mansuetus Akhiri Puluhan Tahun Kris Air Bersih Sebuah Desa di Flores

Warga desa Sambikoe menyambut para tamu saat peresmian fasilitas air bersih di desa mereka 16 Agustus 2018. (Foto: Markus Makur/ucanews.com)

Kenangan masa kecil yang pahit  karena kurangnya air bersih menggerakkan Pastor Tus Mansuetus SVD melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah krisis air bersih  itu.

Lahir dan dibesarkan di desa Sambikoe, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur yang secara ekonomi terbilang miskin, Pastor Mansuetus masih terus  mengenang kembali perjalanan sejauh kurang lebih tiga kilometer untuk mengambil air bersih.

Perjalanan pulang dilewatinya dengan menaiki bukit karena desa mereka terletak di lereng bukit, dan tugas ini biasanya harus dilakukan setiap hari, pagi dan sore hari.

Pastor Mansuetus berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah dasar dan menengahnya sementara banyak remaja seusianya tidak bisa melanjutkan studi ke jenjang pendirikan yang lebih tinggi.

Setelah menyelesaikan studinya, termasuk di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana Malang – Jawa Timur, ia ditahbiskan sebagai imam di Jerman pada tahun 2004.

Setelah ditahbiskan Mansuetus kemudian menjadi misionaris di Italia. Ketika liburan, ia merasa prihatin dengan kondisi warga di desanya, termasuk anggota keluarganya. Penduduk desa masih harus berjuang untuk mengatasi kekurangan air yang sangat akut.

Keprihatinannya itu ditambah ketika melihat anak-anak yang seharusnya fokus di sekolah terpaksa harus membagi waktu antara sekolah dan mengambil air di sungai.

Sulit bagi anak usia sekolah untuk terus mengambil air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan ditambah harus  berjalan kaki tiga kilometer lagi untuk sampai di sekolah dasar setempat. Dia pun memutuskan untuk membantu.

Setelah mengunjungi Sambikoe pada tahun 2008 bersama dengan beberapa temannya dari Italia, mereka memutuskan untuk membantu warga desa itu. Hal yang pertama dilakukan adalah memperbaiki  fasilitas sekolah setempat yang tidak memadai, kemudian membangun sarana air bersih.

Mereka kemudian merencanakan dan membiayai pembangunan asrama untuk anak perempuan yang belajar di Sekolah Menengah Pertama Katolik Waemokel, yang selesai pada tahun 2012.

Bahkan sekarang, anak remaja perempuan dari sekolah umum pun ditampung di asrama itu.

Pada 2015, dengan bantuan dari donatur termasuk Pemerintah kota Bolzano, Italia utara, proyek air bersih dimulai.

Di bawah arahan seorang insinyur, penduduk desa bekerja berdampingan untuk memasang pipa dan pompa serta membangun penampungan air.

Pekerjaan dilakukan selama satu tahun untuk mengalirkan air dari mata air yang berjarak empat kilometer dari desa, melintasi medan yang curam dan berbatu.

Sambikoe, dikelilingi oleh savana dan bukit-bukit gersang, penduduk desa membudidayakan padi, jagung dan umbi – serta pohon jambu mete, mahoni dan jati – dan beberapa warga pria mencari pekerjaan sampingan.

Kepala Desa Rafael Rae mengatakan bahwa sejak kehidupan dimulai di desa Sambikoe hampir 60 tahun yang lalu, anak-anak serta orang dewasa menderita berbagai penyakit kulit sebagai akibat dari terbatasnya akses  air bersih.

Tetapi Pastor Mansuetus mengakhiri perjuangan panjang itu.

“Sekarang anak – anak gadis, para ibu dan anak-anak sekolah tidak perlu lagi pergi ke sungai untuk mengambil air atau mandi,” kata Rae.

“Semuanya dilakukan di rumah.”

Ludwig Nossing, perwakilan dari donatur Italia, pada saat peresmian fasilitas air bersih itu Agustus lalu meminta kepada warga agar merawat fasilitas yang ada.

“Tugas kalian adalah untuk memastikan bahwa fasilitas dipelihara dengan baik,” katanya, seraya menambahkan bahwa semua warga harus melindungi lingkungan dengan tidak menebang  pohon  yang ada di bukit-bukit itu.

“Jangan menebang pohon untuk memastikan bahwa air tidak akan kering, sehingga anak-anak dan cucu-cucu dapat menikmati apa yang anda miliki sekarang.”

Benyamin Sambi, seorang guru di sekolah dasar di desa itu, mengatakan anak-anak sekarang terlihat lebih sehat dan kehadiran di sekolah terus membaik.

Dan ketersediaan air bersih telah memungkinkan orang menanam lebih banyak sayuran.

Selama musim kemarau, banyak warga dari desa terdekat mengambil air dari Sambikoe.

Pastor Mansuetus berharap bahwa pasokan air baru akan membawa kehidupan yang lebih baik bagi semua warga , kata Sambi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi