UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Jumlah Orang Meninggal Akibat Gempa, Tsunami di Sulawesi Tengah Terus Bertambah

Oktober 2, 2018

Jumlah Orang Meninggal Akibat Gempa, Tsunami di Sulawesi Tengah Terus Bertambah

Gempa bumi bermagnitudo 7,4 yang memicu tsunami dengan gelombang setinggi hingga tiga meter menghancurkan banyak bangunan termasuk rumah warga di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong di Propinsi Sulawesi Tengah. (Foto: Kordi Jehaut/ucanews.com)

Hingga Rabu (3/10) sekitar 1.407 orang meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,4 yang memicu tsunami dengan gelombang setinggi hingga tiga meter di Propinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) sore.

Gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong juga mengakibatkan sekitar 799 orang mengalami luka berat, memaksa lebih dari 16.700 orang untuk mengungsi dan merusak banyak bangunan, demikian menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kebutuhan mendesak saat ini antara lain air minum, obat-obatan, bahan makanan, makanan siap saji, makanan bayi dan anak, air bersih, tenda, terpal, selimut, alat penerangan, genset dan tenaga medis.

Gubernur Longki Djanggola telah menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, mulai 28 September hingga 11 Oktober.

Berbicara kepada ucanews.com pada Minggu (30/9), Pastor Joy Derry Clement Pr, ketua Komisi Pengembangan Sosial-Ekonomi (PSE)-Caritas Keuskupan Manado, mengatakan ia memperoleh informasi dari Pastor Johanis Salaki MSC dari Paroki St. Maria Bunda Hati Kudus di Kota Palu bahwa paroki itu dan juga Paroki St. Paulus yang juga terletak di kota yang sama mengalami kerusakan akibat gempa.

“Kerusakan retak-retak di dinding, goyah sedikit. Satu gereja sementara membangun, belum selesai. Satu lagi gerejanya besar dan konstruksi baja berat ada bagian yang lepas,” kata Pastor Joy.

Ia juga mengatakan sejumlah imam juga terdampak. “Ada yang luka-luka,” lanjutnya.

Menurutnya, Uskup Manado Mgr Benediktus Estephanus Rolly Untu MSC telah memintanya untuk mengkoordinasi berbagai upaya bantuan.

“Saya telah membentuk tim assessment dan akan segera mengirimnya ke Palu. Di Kantor Komisi PSE sendiri, kami membentuk tim logistik untuk menampung bantuan dari umat sesuai seruan Bapak Uskup yang disampaikan oleh para pastor pada Misa Minggu. Kami juga mengumpulkan tenaga medis dari perkumpulan dokter Katolik di Keuskupan Manado,” kata Pastor Joy.

Ia pun mengatakan sekitar 500 imam, biarawati, frater dan umat Katolik terpaksa tidur di lapangan terbuka di halaman gereja Paroki St. Maria Bunda Hati Kudus di Kota Palu.

Pastor Johanis tidak bisa dihubungi hingga Senin (1/10) karena gangguan jaringan komunikasi.

Aryo Saptoadji, staf Caritas Indonesia (Karina), mengatakan kepada ucanews.com bahwa Karina tengah bekerjasama dengan tim assessment Keuskupan Manado dan Keuskupan Agung Makassar, Catholic Relief Services (CRS) dan beberapa lembaga swadaya setempat untuk keperluan Joint Need Assessment dan Emergency Response Capacity Building.

Rudi Raka, relawan untuk tim assessment Keuskupan Agung Makassar, mengatakan kepada ucanews.com bahwa mereka telah meninggalkan Makassar, ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, dan menuju Kabupaten Mamuju, Propinsi Sulawesi Barat, melalui jalur darat beberapa hari setelah gempa. Dari Kabupaten Mamuju, mereka akan mengunjungi Kabupaten Donggala dan kemudian Kota Palu.

“Kami akan melakukan rapid assessment bersama. Dari hasil itu kami akan melihat respon apa yang akan kami lanjutkan,” katanya.

Bencana alam yang mematikan itu telah menarik perhatian komunitas internasional, termasuk Paus Fransiskus.

Setelah menyampaikan doa Angelus bersama umat Katolik yang berkumpul di Lapangan St. Petrus di Kota Vatikan pada Minggu (30/9), Paus Fransiskus menyampaikan dukacitanya.

“Saya berdoa bagi korban yang meninggal dunia – sangat menyedihkan, jumlahnya banyak – bagi para korban yang mengalami luka-luka, bagi semua orang yang kehilangan rumah dan pekerjaan,” kata Paus Fransiskus.

“Semoga Tuhan menghibur mereka dan mendukung segala upaya yang dilakukan oleh semua orang yang terlibat dalam memberikan bantuan. Marilah kita berdoa bersama bagi Saudara-Saudari kita di Pulau Sulawesi. Salam Maria … ,” lanjutnya.

Update terkahir: Rabu, 3 Oktober 2018

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi