UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Orang Kristen Pakistan Desak PBB Turun Tangan Akhiri Persekusi

Oktober 2, 2018

Orang Kristen Pakistan Desak PBB Turun Tangan Akhiri Persekusi

Orang Kristen asal Pakistan melakukan aksi di luar gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa di Geneva, Swiss, pada 27 September untuk mendesak penghapusan UU penistaan agama di negara mereka. (Foto: Asher Sarfraz)

Puluhan orang Kristen asal Pakistan berkumpul di luar kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss, untuk memprotes penganiayaan terhadap para penganut agama Kristen di tanah air mereka.

Mereka berkumpul dan melakukan unjuk rasa pada 27 September mereka berasal dari beberapa negara Eropa Barat di mana mereka telah menerima suaka, termasuk Jerman, Prancis, Swiss dan Inggris.

Para pengunjuk rasa memegang poster dan plakat yang bertuliskan “Selamatkan Orang Kristen Pakistan” dan “Hentikan penganiayaan pada orang Kristen di Pakistan.”

Berbicara melalui pengeras suara, perwakilan mereka menyerukan kepada PBB untuk menekan Pakistan agar mencabut undang-undang penodaan agama, yang sering digunakan oleh mayoritas Muslim yang dominan terhadap minoritas agama.

Empat anggota parlemen Uni Eropa juga berpartisipasi dalam unjuk rasa mendukung orang-orang Kristen Pakistan. Mereka mendesak komite hak asasi manusia parlemen uni Eropa untuk mencurahkan lebih banyak perhatian pada situasi minoritas agama di Pakistan.

“Protes itu diselenggarakan oleh berbagai LSM hak asasi manusia untuk menarik perhatian PBB terhadap penderitaan umat Kristen di Pakistan karena penodaan agama dan undang-undang diskriminatif lainnya,” kata Asher Sarfraz, seorang advokat yangmemeperjuangkan hak-hak orang Kristen Pakistan yang tinggal di Jerman dan berpartisipasi dalam acara itu, kepada ucanews.com.

Ratusan orang Kristen dituduh telah melanggar undang-undang penistaan ​agama Pakistan,  oleh para pembela hak asasi manusia dianggap sebagai tuduhan palsu. Orang yang dihukum karena penodaan agama dijatuhi hukuman penjara yang lama dan kadang-kadang hukuman mati. Banyak dari terdakwa telah digantung oleh massa yang marah.

“Banyak orang Kristen dituduh melakukan penodaan agama dan kejahatan lainnya,” kata Sarfraz, yang juga adalah CEO dariChristians’ True Spirit, yang mengadvokasi orang Kristen yang dianiaya di negara Asia Selatan. “Mereka sasaran mudah dengan alasan palsu.”

Pemerintah Pakistan mengklaim bahwa hak-hak minoritas agama sepenuhnya ditegakkan di negara Muslim yang konservatif itu. Orang Kristen, bagaimanapun, bersikeras bahwa mereka telah lama menghadapi prasangka mendalam dan diskriminasi karena iman mereka.

“Selama beberapa dekade minoritas agama di Pakistan, khususnya Kristen, telah menjadi korban diskriminasi dan segala macam penindasan,” kata Sarfraz.

Sebagian besar dari empat juta orang Kristen di negara ini merana dan digerogoti kemiskinan, melakukan pekerjaan kasar seperti mengumpulkan sampah dan menyapu jalan. Banyak pekerjaan dengan gaji lebih baik dan peluang menjadi pegawai negeri tidak dapat diakses oleh mereka.

Ada banyak kasus-kasus yang dilaporkan orang-orang Kristen karena menjadi sasaran para pejuang Muslim dan individu yang tidak bermoral. Pembakaran terhadap rumah-rumah orang Kristen dan kejahatan-kejahatan lain adalah hal biasa. Orang Kristen setempat mengatakan bahwa para pejabat sering enggan untuk bertindak melawan para pelaku dalam kasus-kasus seperti itu.

“Wanita Kristen dan gadis muda diculik, diperkosa, dipaksa masuk Islam dan dipaksa menikahi pria Muslim,” kata Sarfraz. “Situasi orang Kristen di Pakistan semakin memburuk dan lebih buruk. Kami ingin PBB dan dunia memperhatikan.”

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi