UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Upaya Menemukan Siswa Peserta Retret di Sigi Terhambat Medan Sulit

Oktober 4, 2018

Upaya Menemukan Siswa Peserta Retret di Sigi Terhambat Medan Sulit

Mayat 34 siswa dari sekolah yang  sedang menghadiri retret di Sigi ketika bencana gempat terjadi ditemukan di bawah reruntuhan gereja.

Sedangkan 52 pelajar  lainnya yang menghadiri retret tersebut di desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, masih belum ditemukan.

Albert Podung, seorang pekerja gereja yang tinggal di Palu, yang juga rusak parah oleh gempa bumi dan tsunami berkekuatan 7,5 pada 28 September, mengatakan, sebanyak 86 siswa sekolah menengah menghadiri kelas Kitab Suci di sebuah pusat pelatihan gereja.

“Mereka adalah siswa-siswi Katolik dan Protestan yang sedang retret di lokasi ketika gempa terjadi yang menyebabkan gereja runtuh,” katanya kepada ucanews.com.

Dia mengatakan tiga gereja di Sigi rusak, termasuk satu yang tenggelam ke dalam lumpur karena tanah longsor -bergerak menjadi lumpur- setelah gempa. Dia menambahkan bahwa banyak gereja Katolik dan Protestan di Palu juga rusak.

Aulia Arriani, seorang pejabat Palang Merah Indonesia, mengatakan tim relawan Palang Merah hanya bisa melacak 34 mayat, sementara sisanya tidak diketahui.

Aulia mengatakan tim penyelamat mengalami kesulitan mencapai lokasi karena jalan rusak dan medan berubah menjadi lumpur.

“Daerah itu masih terisolasi,” katanya. “Tanah dipenuhi lumpur dan relawan harus berjalan hampir satu setengah jam untuk membawa mayat-mayat itu ke ambulans.”

Kehancuran yang disebabkan oleh gempa telah melumpuhkan layanan transportasi dan komunikasi, dan banyak bagian dari wilayah ini tidak memiliki pasokan listrik.

Sementara itu, Anthonius Gunawan Agung, petugas Air Traffic Control (ATC) Airnav Indonesia-Seorang Katolik berusia 22 tahun – meninggal saat bertugas di bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu. Ia dikenang sebagai pahlawan karena ia berhasil memastikan keselamatan penerbangan saat gempa bumi sedang melanda.

Setelah memastikan bahwa penerbangan Batik Air 6231 telah lepas landas dengan aman, Agung melompat keluar dari menara kontrol setinggi empat lantai dan ia menderita luka parah yang serius, menurut Channel NewsAsia. Dia kemudian meninggal karena menderita luka parah di rumah sakit.

“Terima kasih sudah menjaga dan mengawal saya hingga saya bisa  terbang dengan selamat di udara,” tulis pilot di Instagramnya, dan menggambarkan Agung sebagai malaikat pelindungnya.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengatakan pada 4 Oktober bahwa gempa bumi dahsyat dan tsunami telah menewaskan sedikitnya 1.424 orang. Sedikitnya 2.500 lainnya mengalami luka-luka dan lebih dari 120 orang masih hilang.

Lebih dari 65.000 rumah rusak dan 70,00 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Presiden Joko Widodo telah meminta kepada lembaga internasional untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah tersebut. Setidaknya 18 negara telah menjanjikan bantuan.

Pemerintah juga memberikan izin masuk bagi 20 pesawat kargo maupun militer dari 11 negara untuk membantu penanggulangan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Negara-negara itu adalah Amerika Serikat, Korea Selatan, Inggris, Malaysia, Singapura, Swiss, Australia, Vietnam, India,  Qatar dan Selandia Baru.

One response to “Upaya Menemukan Siswa Peserta Retret di Sigi Terhambat Medan Sulit”

  1. Jenny Marisa says:

    Gereja Santa Maria Bunda Hati Kudus di Palu.. (sy temukan di e-katolik) bagaimana keadaannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi