UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pertama Kali Uskup China Daratan Menghadiri Sinode di Roma

Oktober 5, 2018

Pertama Kali Uskup China Daratan Menghadiri Sinode di Roma

Uskup Joseph Guo Jincai (kedua kiri) dan Uskup John Baptist Yang Xiaoting dari Keuskupann Yanan (Yulin) (keempat dari kiri) menghadiri Sinode Para Uskup 2018.

Usai penandatanganan perjanjian antara Vatikan dan China, dua uskup China diundang oleh Paus Fransiskus untuk menghadiri Sinode Para Uskup untuk pertama kalinya.

Salah satunya  Mgr Joseph Guo Jincai, uskup yang diekskomunikasi, yang baru-baru ini diterima oleh paus. Dia adalah uskup Keuskupan Chengde – provinsi Hebei dan sekretaris jenderal Konferensi Wali Gereja Cina (BCCCC), yang baru-baru ini membangun kompleks senilai US $ 11 juta yang terdiri dari katedral, biara, dan wisma keuskupan.

Uskup yang lainnya adalah Mgr John Baptist Yang Xiaoting dari Keuskupan Yanan – provinsi Shaanxi. Dia adalah Wakil Ketua Konferensi Wali Gereja China (BCCCC) dan ditahbiskan sebagai uskup dengan persetujuan paus dan pengakuan pemerintah pada bulan Juli 2010. Dia adalah imam daratan pertama yang menerima gelar doktor sejak Gereja Tiongkok mulai bangkit kembali pada akhir tahun 1970-an.

Mereka akan berdiskusi dengan para peserta sinode tentang peran kaum muda di Gereja Katolik.

Sinode berlangsung dari 3-28 Oktober dengan tema “Kaum muda, iman dan discernment panggilan”. Lebih dari 260 prelatus hadir dan 34 anak muda berusia 18-29 tercatat  sebagai pengamat.

Paus Fransiskus dalam homili pada Misa pembukaan pada 3 Oktober mengatakan: “Hari ini, untuk pertama kalinya, bersama kita dua uskup dari Cina daratan. Kita menyambut hangat mereka : persekutuan para  uskup dengan Penerus Petrus lebih nampak berkat kehadiran mereka. ”

Setelah itu, dia tersedak, menurut media.

Paul, seorang Katolik dari komunitas gereja bawah tanah di propinsi Hebei, mengatakan dia tidak berkecil hati oleh kehadiran para uskup di sinode karena paus telah menerima mereka. “Saya berharap mereka akan dipengaruhi dan direformasi untuk dapat bersaksi dengan tindakan dan tidak akan mengecewakan Tuhan, paus dan umat beriman.”

John, seorang Katolik lain dari komunitas bawah tanah, bertanya bagaimana sinode akan mengurus anak di bawah umur di China dan bagaimana dua uskup ini akan mencerminkan masalah nyata yang dihadapi oleh pemuda Cina karena mereka dilarang memasuki tempat-tempat keagamaan dan dipaksa untuk melepaskan keyakinan mereka. .

Dia mengatakan bahwa Paus Emeritus Benediktus XVI pada tahun 2005 telah mengundang empat uskup lama, tiga di antaranya diakui pemerintah dan secara terbuka menyatakan kesediaan mereka untuk bersekutu dengan paus dan Tahta Suci, untuk menghadiri sinode tetapi pemerintah China melarang mereka.

Keempat uskup itu terdiri dari tiga uskup yang diakui pemerintah – Uskup Li Zhaoan dari Keuskupan Xian, Uskup Jin Luxian dari keuskupan Shanghai dan Uskup Li Jingfeng dari keuskupan Fengxiang – dan gereja bawah tanah, Uskup Wei Jingyi.

John percaya bahwa pemerintah Cina kali ini mengijinkan kedua uskup untuk menghadiri sinode seperti menggantungkan balon percobaan di angin dengan garis balon masih kuat di tangan pemerintah.

“Mereka tidak mewakili Gereja Cina maupun orang-orang muda Tiongkok tetapi kepentingan Partai Komunis, yang di atas segalanya dan paling sakral,” katanya.

Menurut Vatican Insider, sebuah sumber dari China mengatakan bahwa Mgr  Guo dan Mgr Yeung dapat menghadiri sinode setelah disetujui oleh Wang Zuo-an, Direktur Pemerintahan untuk Urusan Agama.

Joseph, seorang Katolik dari komunitas gereja terbuka di Propinsi Hebei, mengatakan bahwa jika dua wakil Cina ditunjuk oleh pemerintah China, yang mencerminkan gereja daratan masih berada di bawah kendali pihak berwenang.

“Ini akan menjadi bencana besar bagi gereja daratan” dan “bahaya besar bagi hierarki gereja” karena “Gereja daratan berubah menjadi hierarki dengan keterlibatan pemerintah,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi