UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kelompok Islam Garis Keras di Pakistan Peringatkan Soal Asia Bibi

Oktober 8, 2018

Kelompok Islam Garis Keras di Pakistan Peringatkan Soal Asia Bibi

Dalam aksi protes yang digelar pada 13 Oktober 2016 di Pakistan, para pendemo meneriakkan slogan-slogan menentang Asia Bibi, seorang wanita beragama Katolik yang menghadapi hukuman mati atas tuduhan penodaan agama. (Foto: Asif Hassan/AFP)

Sebuah kelompok Islam garis keras yang mendukung UU Penodaan Agama di Pakistan memperingatkan soal pembebasan berjaminan yang diajukan oleh seorang wanita Katolik bernama Asia Bibi.

Sebelumnya Mahkamah Agung menyatakan akan mempertimbangkan isu soal sidang pembebasan berjaminan yang diajukan oleh ibu beranak lima itu untuk mengganti hukuman mati yang dijatuhkan oleh sebuah pengadilan pada 2010.

Bibi terbukti bersalah telah menghina Nabi Muhammad saat beragumentasi dengan seorang wanita Muslim ketika mereka bekerja di ladang.

Pada 2014, Pengadilan Negeri Tinggi di Lahore, ibukota Propinsi Punjab, memperkuat hukuman mati tersebut.

Dua politisi terkemuka yakni gubernur Punjab saat itu – Salmaan Taseer – dan menteri urusan minoritas Shahbaz Bhatti dibunuh pada 2011 setelah mengimbau perubahan UU Penodaan Agama.

Menurut rilis media yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung pada Jumat (5/10) lalu, tiga hakim – Mian Saqib Nisar, Asif Saeed Khosa dan Mazhar Alam Khan Miankhe – akan memulai sidang pembebasan berjaminan tersebut pekan ini.

Jika permohonannya ditolak oleh Mahkamah Agung, Bibi akan meminta grasi dari presiden.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (7/10) malam, Tehreek-e-Labaik Pakistan (TLP) atau sebuah kelompok agama yang berubah menjadi kelompok politik, mendesak agar Bibi segera dieksekusi.

Ketua TLP Khadim Hussain Rizvi mengatakan keadilan harus ditegakkan menurut UU Penodaan Agama guna menekan “LSM-LSM anti-Pakistan” dan Eropa.

“Jika konsesi atau kelonggaran diberikan kepada Asia Bibi, penoda agama yang sudah dinyatakan oleh pengadilan tinggi negeri, atau upaya dilakukan untuk mengirimnya ke luar negeri, hal ini akan memberi konsekuensi yang sangat serius,” katanya.

Ia mengatakan sebuah negara Islam hendaknya tidak memperdagangkan pinjaman asing apa pun demi “kesucian Nabi Muhammad.”

Ia mendesak karyawan dan kantornya untuk menghadiri sidang berikutnya.

Pelanggaran terhadap UU Penodaan Agama bisa mengarah pada hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Tuduhan yang tidak terbukti atau bahkan hanya rumor bisa berakhir dengan tuduhan penodaan agama.

Sejumlah aktivis hak asasi manusia di Pakistan mengatakan UU Penodaan Agama sering dipakai untuk menyelesaikan masalah pribadi atau mengorbankan kelompok minoritas agama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi