UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keluarga Imam Ini Minta Vatikan Bantu Kembalikan Anak Mereka

Oktober 8, 2018

Keluarga Imam Ini Minta Vatikan Bantu Kembalikan Anak Mereka

Imam gereja bawah tanah Liu Honggeng dari Keuskupan Hebei hilang sejak tiga tahun lalu. Keluarga mempertanyakan kenapa Vatikan tidak meminta pemerintah China untuk membebaskan klerus gereja bawah tanah sebelum penandatanganan kesepakatan Sino-Vatikan.

Liu Honggeng, seorang imam dari gereja bawah tanah, Keuskupan Baoding Provinsi Hebei – Cina Utara, masih belum ditemukan setelah dijemput paksa oleh pihak berwenang tiga tahun lalu.

Keluarganya menanyakan mengapa Vatikan tidak meminta pemerintah China untuk membebaskan para imam bawah tanah yang ditahan sebelum menandatangani perjanjian sementara Sino-Vatikan.

Ayah dari Pastor Liu, 83, menderita infark miokard dan infark serebral, sementara ibunya, 81, menderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan rematik sendi lutut. Dia perlu minum obat setiap hari.

Sebuah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada ucanews.com bahwa orangtua Pastor Liu berharap dapat melihat putra mereka selagi mereka masih hidup. Dia mengatakan permintaan mereka tidak terlalu berlebihan karena mereka hanya meminta kunjungan atau panggilan telepon.

Keluarganya masih belum tahu kejahatan apa yang dia lakukan tetapi terus mempertanyakan mengapa mereka tidak berhak mengunjungi Pastor  itu.

Pada 7 Mei 2015, Pastor Liu, 47 , tiba-tiba hilang usai  bertelepon  dengan seorang kerabat di Baoding. Keluarganya menghubungi polisi tetapi mereka tidak menindaklanjuti dan menyelidikinya.

Beberapa waktu kemudian seorang umat menemukan bahwa Pastor Liu ditahan di tempat terpencil  desa Xieshang – distrik Qingyuan.  Menurut beberapa umat yang mengunjungi pastor itu  mengatakan bahwa dia telah diberitahu Pastor Liu ditangkap oleh keamanan nasional distrik Qingyuan tapi tidak memberikan alasan mengapa ditangkap.

Pada bulan Oktober, ibu Pastor Liu akan mengunjungi putranya tetapi dia malah dipindahkan ke tempat lain dan tidak bisa dihubungi. Sejak itu, orang tuanya, sanak keluarga dan teman-temannya putus kontak dengan Pastor itu.

Terlepas dari kesepakatan China-Vatikan baru-baru ini yang mengakui delapan uskup bawah tanah yang dilarang, sumber itu mengatakan tidak ada satu kata pun mengenai kesepakatan tentang tahanan yang ditahan di bawah tanah, membuat keluarga Pastor  Liu kurang berharap.

Sumber yang dikutip dari keluarga itu mengatakan bahwa pemerintah memiliki rahasia yang bersalah jika tidak membebaskan para Pastor yang ditahan, termasuk Uskup bawah tanah James Su Zhimin dari Keuskupan Baoding, yang telah hilang selama lebih dari 20 tahun.

Uskup Su, 86, ditangkap pada tahun 1997 karena menolak bergabung dengan Asosiasi Patriotik Katolik Cina (CCPA). Sejak itu ia hanya pernah terlihat sekali, pada tahun 2003, ketika ia mengunjungi  sebuah rumah sakit di Baoding.

Sumber itu mengatakan bahwa jika otoritas China tulus, mereka harus membebaskan semua Pastor  gereja bawah tanah yang ditahan. “Ini adalah kebenaran yang sangat sederhana tetapi mengapa tidak bisa [Sekretaris Negara Vatikan] Kardinal Parolin melihatnya?” Dia bertanya.

Keluarga dan teman-teman Pastor Liu berharap pemerintah akan menggunakan perjanjian itu untuk mencoba membujuk imam itu untuk bergabung dengan CCPA tetapi mereka yakin dia akan menolak.

“Mereka telah menunjukkan pada saya buku harian Pastor itu di mana dia dengan jelas menyatakan bahwa dia lebih suka berada di penjara daripada menandatangani atau secara lisan membuat perjanjian,” kata sumber itu.

Pastor Liu juga ditahan pada tahun 2006 ketika adik laki-lakinya berbicara via telepon dengannya, mengatakan bahwa imam itu merasa tertekan dan lebih suka ditahan karena dia bisa melayani Tuhan dengan tenang.

Secara terpisah, Mgr Michael Yeung Ming-cheung dari Keuskupan Hong Kong, mengatakan pada Reuters pada 3 Oktober bahwa dia mendukung kesepakatan China-Vatikan karena sangat penting untuk menyetujui sesuatu dan bergerak maju setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan dan pembicaraan.

Namun, ia mengakui bahwa perjanjian itu “tidak dapat menghentikan penindasan, tidak dapat menghentikan gereja-gereja diruntuhkan dan memungkinkan orang-orang muda pergi ke gereja. Hal-hal ini akan membutuhkan waktu untuk dipecahkan.”

Dia juga mendesak pemerintah China untuk memberikan informasi tentang para imam dan uskup yang ditahan di China daratan, beberapa di antaranya sudah lanjut usia dan telah ditahan selama beberapa dekade, terutama Uskup Su.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi