UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

MUI Bentuk Badan Penanggulangan Terorisme 

Oktober 8, 2018

MUI Bentuk Badan Penanggulangan Terorisme 

Zainut Tauhid Sa'adi, wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Majelis Ulama Indonesia  telah membentuk Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia  (BPET-MUI) yang bertujuan untuk mencegah intoleransi, radikalisme dan ekremisme.

BPET-MUI akan melibatkan anggota MUI, akademisi, perguruan tinggi, sekolah  dan masyarakat serta bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Zainut Tauhid Sa’adi, wakil ketua umum MUI, mengatakan BPET MUI sudah dibentuk sejak 2003 namun masih bersifat ad hoc.

“Badan ini memiliki kedudukan lebih kuat karena MUI ingin lebih serius menangani masalah radikalisme dan ekstremisme,” kata Zainut.

BPET-MUI ingin memberikan penekankan tentang “pemahaman yang benar tentang Islam”, khususnya di kalangan orang muda serta menanggulangi intoleransi, ekstremisme dan radikalisme.

Ia mengatakan badan baru ini bertujuan untuk mempublikasikan tentang bahaya infomasi yang salah dan hoaks yang dipropagadakan melalui media sosial.

“Saat ini generasi muda kita banyak yang menggunakan ponsel cerdas, di dalamnya berseliweran informasi hoaks. Terpengaruh informasi hoaks ditambah keyakinan yang terlalu dalam diri seseorang dapat mendorong seseorang berperilaku intoleran. Intoleran mendorong pada paham radikal dan ekstrem,” kata tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Ia mengatakan terorisme sendiri merupakan tindak kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang dapat menjadi ancaman serius bagi kedaulatan negara. Terorisme juga berbahaya bagi keamanan dan perdamaian dunia yang tentunya merugikan kesejahteraan masyarakat.

“Kami fokus bagaimana memberikan pemahaman tentang Islam, pengenalan apa itu radikalisme, ekstremisme dan perilaku intoleran. Sebab, saat ini ketiga sikap tersebut merebak seiring perkembangan zaman dan teknologi,” tambahnya.

Father Antonius Benny Susetyo, anggota Satuan Tugas Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, memuji MUI membentuk lembaga baru tersebut.

Ia mengatakan banada itu sangat penting untuk mencegah terorisme sejak awal dan agama tidak dimanipulasi.

Al Chaidar, pakar terorisme dari Universitas Malikussaleh Aceh, mengatakan ia berharap bahwa MUI mengeluarkan fatwa menentang terorisme.

BPET-MUI akan sia-sia jika program-programnya tidak jelas, katanya, seraya menambahkan, BPET-MUI jangan sampai overlap dengan program serupa oleh institusi lain.

Ratusan orang tewas akibat serangan bom teroris dan serangan-serangan lainnya di Indonesia selama dua dekade terakhir. Serangan bom bunuh diri terhadap tiga gereja di Jawa Timur pada Mei lalu menewaskan 25 orang termasuk para pelaku bom bunuh diri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi