UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pengungsi ​​Kristen Asal Pakistan Terhimpit Tindakan Keras Imigrasi Thailand

Oktober 9, 2018

Pengungsi ​​Kristen Asal Pakistan Terhimpit Tindakan Keras Imigrasi Thailand

Imigrasi Thailand mengarahkan pengungsi asal Pakistan yang dibebaskan bersyarat menuju sebuah bus setelah penahanan mereka ditahan di imigrasi di Bangkok pada 6 Juni 2011 (Nicolas Asfouri/AFP)

Tindakan tegas otoritas imigrasi Thailand terhadap pendatang yang sudah melampau batas waktu (over-staye) memperburuk situasi yang dihadapi ribuan pengungsi dan pencari suaka di Bangkok, demikian sebuah sumber melaporkan kepada ucanews.com.

Minggu lalu, puluhan orang asing yang tinggal atau bekerja secara ilegal di ibukota Thailand ditangkap setelah Mayjen Surachet Hakpan, kepala pelaksana Biro Imigrasi Thailand, menjanjikan sikap yang lebih tegas terhadap pemegang visa kedaluarsa.

Di antara 59 orang yang ditangkap dalam satu hari saja dijumpai enam orang tanpa kewarganegaraan yang menurut pihak berwenang Thailand, mereka tinggal di Bangkok tanpa visa.

Bersamaan mereka juga ditahan dalam hari –  hari terakhir ini beberapa orang Kristen Pakistan yang mencari suaka di Thailand sebagai anggota minoritas agama yang sedang teraniaya.

Mereka termasuk  empat bersaudara  orang Kristen dari Pakistan, yang meninggalkan rumah mereka karena takut akan kehidupan mereka yang sedang mengalami penganiayaan karena agama di sebuah negara mayoritas Muslim yang konservatif. Mereka ditangkap di apartemen sederhana yang mereka sewa di ibukota Thailand, demikian menurut pencari suaka Kristen Pakistan lainnya.

Keluarga itu dibawa ke Rumah Tahanan Imigrasi Bangkok, di mana ratusan pria, wanita dan anak-anak merana dalam kondisi padat dan jorok selama berminggu-minggu, berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun.

Pihak berwenang Thailand secara rutin mengawasi pengungsi dan pencari suaka sama seperti  imigran ekonomi ilegal dan tidak memberikan perlakuan khusus atau hak istimewa kepada mereka.

“Penindasan yang terus – menerus dilakukan dan kurangnya kasih sayang terhadap pencari suaka oleh Biro Imigrasi sangat mengecewakan dan terus diberitakan dalam pers Thailand hampir setiap hari tentang keserakahan dan korupsi di antara para perwira senior di biro imigrasi,” demikian seorang asing, advokasi pengungsi dari organisasi Katolik yang berbasis di Bangkok, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, melaporkan kepada ucanews.com.

Penindakan yang semakin intensif membuat ribuan pencari suaka Kristen Pakistan yang tinggal di Bangkok terlantar ketika mereka menunggu kesempatan untuk dipindahkan ke negara ketiga sebagai pengungsi.

Banyak dari pencari suaka Kristen ini, yang datang ke Thailand dengan visa turis, terjebak dalam ketidakpastian di negara tersebut.

Mereka enggan kembali ke negara mereka karena takut menjadi korban lebih lanjut di Pakistan, di mana penganiayaan terhadap orang Kristen terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun mereka belum dapat memperoleh status pengungsi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang akan memberi mereka perlindungan dari penangkapan dan penahanan.

Sebagian besar orang Kristen Pakistan yang tinggal secara ilegal di Thailand selama beberapa tahun ini, sering menghabiskan waktu mereka bersembunyi di apartemen sewa rendah, takut ketukan di pintu dari pihak imigrasi. Mereka sering bergantung pada bantuan keuangan dari organisasi amal dan organisasi Katolik setempat.

Beberapa dari mereka menjalankan berbagai bentuk pekerjaan secara ilegal. Namun ada beberapa yang mempertimbangkan berhenti dari pekerjaan itu karena takut bahwa mereka mungkin dihentikan dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja oleh petugas imigrasi, demikian menurut sebuah sumber yang tidak mau disebutkan namanya oleh ucanews.com.

“Saya tidak pernah merasa aman ketika saya meninggalkan rumah, terutama pada saat-saat seperti ini,” kata seorang pencari suaka Kristen Pakistan yang bekerja paruh waktu di sebuah hotel.

Masalah lain, mengatakan pencari suaka yang bergantung pada bekerja secara ilegal untuk memenuhi kebutuhan, adalah bahwa tindakan keras dapat menyebabkan Pebisnis lokal kurang bersedia untuk mempekerjakan orang asing tanpa visa dan izin kerja yang valid.

Menurut laporan media Thailand, kepala Biro Imigrasi Surachet  menginstruksikan para pejabat untuk terus mengawasi orang asing di daerah mereka dan menangkap siapa saja yang ditemukan tinggal atau bekerja di sana secara ilegal.

“Situasi kami sudah memburuk sebelumnya, tetapi sekarang bisa menjadi lebih buruk,” kata seorang pencari suaka Kristen Pakistan yang berbasis di Bangkok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi