UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Vatikan Meninjau Ulang Kasus Seks Kardinal McCarrick

Oktober 9, 2018

Vatikan Meninjau Ulang Kasus Seks Kardinal McCarrick

Kardinal Theodore McCarrick

Vatikan telah menjanjikan peninjauan secara menyeluruh atas penanganan kasus dugaan pelecehan seksual oleh mantan Kardinal Theodore E. McCarrick.

Dengan demikian, Vatikan mengakui bagaimana kasus itu ditangani di masa lalu yang mungkin telah gagal memenuhi prosedur yang berlaku saat ini.

“Tahta Suci sadar bahwa, dari pemeriksaan fakta dan seluk-beluknya, muncul kesadaran bahwa pilihan diambil pada masa lalu tidak sejalan dengan pendekatan kontemporer untuk masalah-masalah seperti itu,” kata Vatikan dalam pernyataan yang dirilis 6 Oktober.

Rilis itu mencatat bahwa Paus Fransiskus mengatakan: “Kami akan mengikuti jalan kebenaran kemana pun ia mengarahkan kami.”

Komite Eksekutif Konferensi Uskup Amerika Serikat mengatakan pada bulan Agustus bahwa mereka akan melakukan penyelidikan semacam itu, dan para pemimpin konferensi para uskup AS bertemu dengan Paus Fransiskus pada 13 September untuk memberitahu dia bagaimana gereja di Amerika Serikat telah “diremukkan oleh kejahatan pelecehan seksual. ”

Setelah pertemuan dengan paus, baik para uskup maupun Vatikan tidak meyinggung tentang penyelidikan. Namun, presiden dan wakil presiden konferensi – Kardinal Daniel N. DiNardo dari Galveston-Houston dan Uskup Agung Jose H. Gomez dari Los Angeles – berada di Vatikan untuk mengikuti Sinode Para Uskup dan diharapkan mereka dapat bertemu paus lagi minggu ini.

Memperbaharui komitmennya untuk mengungkap kebenaran, Vatikan juga mengatakan bahwa informasi yang dikumpulkan dari penyelidikannya serta “studi menyeluruh dan lebih lanjut” mengenai mantan kardinal itu akan dirilis “pada waktunya.”

“Baik pelecehan maupun pertanggungjawabannya tidak lagi dapat ditoleransi dan perlakuan yang berbeda akan diberikan bagi para uskup yang telah melakukan atau menutupi pelecehan, sebenarnya merupakan bentuk klerikalisme yang tidak lagi dapat diterima,” kata Vatikan.

Menurut pernyataan itu, paus memerintahkan penyelidikan awal di Keuskupan Agung New York setelah tuduhan bahwa Uskup Agung McCarrick menyiksa seorang remaja pada 47 tahun lalu. Tuduhan itu kemudian ditemukan kredibel.

Paus Fransiskus, kata Vatikan, menerima pengunduran diri Uskup Agung McCarrick dari Dewan Kardinal setelah “indikasi serius muncul selama penyelidikan. ”

Dalam minggu-minggu setelah tuduhan itu dipublikasikan, seorang pria mengklaim bahwa dia dilecehkan ketika masih anak-anak oleh Uskup Agung McCarrick dan beberapa mantan seminaris telah berbicara tentang pelecehan seksual oleh kardinal di sebuah rumah pantai yang dia miliki.

Pernyataan Vatikan muncul lebih dari sebulan setelah Uskup Agung Carlo Maria Vigano, mantan duta besar untuk Amerika Serikat, merilis sebuah “kesaksian” 11 halaman yang mengklaim bahwa para pejabat gereja, termasuk Paus Fransiskus, gagal bertindak atas tuduhan pelecehan terhadap Uskup Agung McCarrick.

Dalam pernyataannya pada 25 Agustus, Uskup Agung Vigano mengatakan bahwa Vatikan telah  diberitahu pada awal tahun 2000 – ketika dia masih pejabat di Sekretariat Negara – tentang tuduhan bahwa Uskup Agung McCarrick “berbagi tempat tidurnya dengan para seminaris.”

Uskup Agung Vigano mengatakan Vatikan mendengar tuduhan dari Nunsius AS pada waktu itu Uskup Agung Gabriel Montalvo, yang menjabat dari tahun 1998 hingga 2005, dan Uskup Agung Pietro Sambi, yang menjabat dari tahun 2005 hingga 2011.

Surat pada 7 September 2006 yang diperoleh oleh Catholic News Service menyarankan bahwa Uskup Agung Leonardo Sandri,  Kepala seksi bagian urusan umum, mengakui tuduhan yang dibuat pada tahun 2000 oleh Pastor Boniface Ramsey, imam dari Gereja St. Joseph Yorkville di New York City, mengenai Uskup Agung McCarrick.

Uskup Agung Vigano telah mengklaim bahwa Paus Benediktus XVI kemudian “menjatuhkan sanksi pada Kardinal McCarrick yang serupa dengan yang sekarang dikenakan kepadanya oleh Paus Fransiskus.

“Saya tidak tahu kapan Paus Benediktus mengambil langkah-langkah ini terhadap McCarrick, apakah pada tahun 2009 atau 2010, karena sementara itu saya telah dipindahkan ke Vatikan, saya tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas keterlambatan yang luar biasa ini, ” katanya.

Menurutnya, Kardinal McCarrick diminta “untuk meninggalkan seminari di mana dia tinggal” yang, pada saat itu, adalah Seminari Mater Redemptoris di Hyattsville, Maryland, dan juga “dilarang untuk merayakan Misa di depan umum, untuk berpartisipasi dalam pertemuan resmi,  memberi kuliah, bepergian, ia diwajibkan mendedikasikan dirinya untuk kehidupan doa dan penebusan dosa. ”

Namun, foto dan video selama waktu dimana dia seharus menjalankan sanksinya memberikan bukti lain, Uskup Agung McCarrick muncul di depan umum bersama Uskup Agung Vigano dan terus melakukan misa konselebrasi dalam perayaan besar dan mengunjungi Vatikan dan Paus Benediktus sendiri.

Hampir seminggu setelah mengeluarkan tuduhanya, Uskup Agung Vigano memodifikasi klaimnya dan mengatakan Paus Benediktus membuat sanksi itu pribadi, mungkin “karena fakta bahwa dia (Uskup Agung McCarrick) sudah pensiun, mungkin karena fakta bahwa dia (Paus Benediktus) berpikir dia siap untuk mematuhinya. “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi