UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Imam di Filipina Perbarui Kaul di Hadapan Relikui St. Padre Pio

Oktober 10, 2018

Imam di Filipina Perbarui Kaul di Hadapan Relikui St. Padre Pio

Uskup Auksilier Manila Mgr Broderick Pabillo memimpin penghormatan kepada relikui hati dari St. Padre Pio ketika relikui ini tiba di Katedral Manila pada 9 Oktober. (Foto: Angie de Silva)

Sejumlah imam dan kaum religius di Filipina memperbarui kaul mereka di hadapan relikui hati “yang tidak membusuk” dari St. Padre Pio ketika mereka bermalam di Universitas Kepausan St. Tomas di Manila pekan ini.

Uskup Kalookan Mgr Pablo Virgilio David memimpin pembaruan kaul itu ketika ia mengajak umat Katolik untuk berdoa bagi para uskup dan imam agar mereka menjadi “gembala baik” bagi umat Katolik.

“Berdoalah bagi imam-imam kalian dan orang-orang kudus agar Tuhan menganugerahkan karunia-Nya kepada mereka dan tetap menjaga iman mereka,” kata prelatus itu.

Mengingat kunjungan itu bertepatan dengan perayaan Tahun Klerus dan Orang Kudus di Filipina, para imam hendaknya menarik inspirasi dari St. Padre Pio, lanjutnya.

“Mari kita mohon agar Ia menjadi inspirasi kita dalam menjalani kehidupan kita sebagai imam … sehingga kasih kita kepada Kristus semakin kuat di dalam hati kita dan kita tetap setia kepada kasih itu,” katanya.

Mgr David juga mengajak para imam untuk meminta St. Padre Pio agar “menghangatkan iman dari orang-orang yang sudah dingin” dan mengatakan St. Padre Pio begitu mengilhami umat Katolik di Eropa.

Relikui hati dari St. Padre Pio yang berada di Filipina untuk kunjungan selama 20 hari telah menarik ribuan peziarah dan pendevosi.

Umat mengantri selama hingga enam jam di luar gereja katedral di Manila selama dua hari terakhir untuk melihat relikui tersebut.

Orang muda, orang tua, orang sakit dan orang cacat ingin menyentuh dan memuliakan relikui orang kudus yang dikenal atas karunia penyembuhannya itu.

Pada Misa yang diadakan untuk menyambut relikui itu di gereja katedral di Manila, Uskup Auksilier Mgr Broderick Pabillo mengajak umat Katolik untuk menunjukkan keprihatinan terhadap bangsa dan negara di dalam doa-doa mereka.

“Jangan hanya meminta kebutuhan pribadi kita, marilah kita juga mengingat bangsa kita ketika kita berdoa kepada St. Padre Pio,” katanya, seraya menambahkan Filipina tengah “terluka.”

“Kita dihadapkan pada begitu banyak masalah. Marilah kita berdoa bagi bangsa dan para pemimpin kita. Marilah kita berdoa bagi pembaruan bangsa,” lanjutnya.

Relikui St. Padre Pio tiba di Filipina pada 5 Oktober dan akan mengelilingi negara itu hingga 26 Oktober.

Lahir pada 25 Mei 1887, Padre Pio adalah satu dari banyak orang kudus yang terkenal.

Selama masa hidupnya, ia pernah mengalami stigmata – luka-luka Kristus yang secara ajaib muncul dalam tubuh orang kudus itu – meskipun hal ini pernah dibantah oleh seorang sejarawan Italia.

Ia juga dikenang atas dugaan “bilokasi” atau berada di beberapa tempat berbeda pada saat bersamaan.

Ia meninggal dunia pada 23 September 1968. Devosi kepada St. Padre Pio kini diyakini memberi banyak mujizat. Gereja menyatakan Padre Pio sebagai santo pada 16 Juni 2002.

“Sarung tangan suci” milik St. Padre Pio dibawa ke Manila pada Juli 2012.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi