UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Puluhan Ribu Umat Filipina Menyambut Relik Padre Pio

Oktober 10, 2018

Puluhan Ribu Umat Filipina Menyambut Relik Padre Pio

Uskup Agung Gabriele Giordano Caccia, nuntius untuk Filipina, menyampaikan homili di hadapan 30.000 umat saat Misa untuk menghormati St. Padre Pio di provinsi Batangas pada 6 Okt 2018. (Maria Tan/ucanews.com)

Ribuan umat Katolik Filipina, peziarah dan pendevosi menyambut relikwi Padre Pio dari Pietrelcina, Italia. Relikwi itu tiba di kota Santo Tomas di provinsi Batangas pada 6 Oktober.

Ini menandai negara keempat yang dikunjungi relikwi tersebut sejauh ini. Kedatangannya didampingi oleh sekelompok pendevosi Filipina dan dua biarawan Capuchin dari Italia.

Relik, yang akan tinggal di negara itu selama 20 hari, sebelumnya dibawa ke AS selama 10 hari dan Argentina selama lima hari.

Pastor Joselin Gonda, rektor Tempat Ziarah Nasional St. Padre Pio, memperkirakan jumlah orang yang menyambut relik di Santo Tomas sekitar 30.000 orang.

Uskup Agung Gabriele Giordano Caccia, papal nuncio ke Filipina, menggambarkan Padre Pio sebagai model “yang sepenuhnya percaya pada Tuhan dan kehendak-Nya untuk hidup kita.”

“Dia mengerti bahwa tidak ada alasan untuk khawatir,” kata prelatus itu dan meminta warga Filipina untuk belajar dari teladan Padre Pio, yang “seperti seorang anak kecil, penuh cinta, dan murni.”

Uskup Agung Caccia memberi tahu mereka yang menghadiri Misa Khusus pada 6 Oktober untuk “bertumbuh dalam keyakinan pada Tuhan.”

“Melalui doa kita, kita dapat memperdalam hubungan dengan Tuhan dan belajar untuk menemukan kenyamanan, kedamaian dan sukacita di dalam Dia bahkan selama masa kesukaran,” kata prelatus itu.

Ketika memperhatikan orang-orang sakit yang datang untuk melihat relik tersebut dan mengharapkan keajaiban, Uskup Agung Caccia berkata, “Biarkan hati Padre Pio yang penuh kasih meyakinkan Anda bahwa Anda tidak sendirian dalam penderitaan Anda.”

“Anda dipersatukan dengan penderitaan Kristus, yang selalu mengarah pada Kebangkitan, pengharapan dan penghiburan terbesar kita,” tambahnya.

Relik itu dibawa ke Manila dari Batangas pada 7 Oktober untuk kunjungan tiga hari, setelah itu dilakukan tur ke provinsi-provinsi lain.

Dari 9 Oktober, Katedral Manila akan buka sepanjang waktu saat relik berada di gereja tersebut.

Lahir pada 25 Mei 1887, Padre Pio merupakan salah satu orang suci paling populer dalam sejarah gereja.

Saat hidup, ia dikabarkan telah mengalami stigmata – yakni luka-luka Kristus yang secara ajaib muncul di tubuh orang suci – meskipun ini telah diperdebatkan oleh seorang sejarawan Italia.

Dia juga dikenang karena diduga telah melakukan “bilocation,” atau muncul di tempat yang berbeda pada satu waktu.

Dia meninggal pada 23 September 1968. Devosi kepada orang suci ini diyakini telah menyebabkan banyak mukjizat. Gereja menyatakan Padre Pio sebagai santo pada 16 Juni 2002.

“Sarung tangan St. Pio” dibawa ke Manila pada Juli 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi