UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Mgr Sensi Imbau Komisi Kerawam Keuskupan Pandu Umat Dalam Pemilu

Oktober 11, 2018

Mgr Sensi Imbau Komisi Kerawam Keuskupan Pandu Umat Dalam Pemilu

Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota Pr, ketua Komisi Kerawam KWI, memukul gong untuk membuka secara resmi pertemuan tertutup yang berlangsung selama tiga hari untuk para pengurus Komisi Kerawam dari 37 keuskupan di Indonesia pada 9 Oktober 2018. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

Ketua Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (Kerawam KWI) mengimbau Komisi Kerawam di setiap keuskupan agar membuat panduan untuk membantu umat Katolik menentukan pilihan mereka pada pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) tahun depan.

“Kita, Komisi Kerawam terutama di keuskupan-keuskupan kita masing-masing, diharapkan oleh Gereja Katolik di Indonesia untuk bisa bersatu dalam menemukan jalan yang bisa menjadi panduan bagi umat kita dalam kebingungan supaya Pemilu yang semestinya menjadi peristiwa sukacita benar-benar dirayakan dengan kegembiraan, bukan sebaliknya,” kata Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota Pr dalam homili sebuah Misa yang diadakan pada Rabu (9/10) di Wisma Samadi, Jakarta Timur, untuk mengawali pertemuan tertutup tiga hari untuk para pengurus Komisi Kerawam dari 37 keuskupan.

“Tidak bisa tidak, ketika Pemilu semestinya menjadi suatu peristiwa yang menggembirakan bagi segenap rakyat dengan sukacita, (tetapi) pelaksanaan proses demokrasi ternyata diganggu – sebutlah distorsi – yang membuat bangsa ini kadang-kadang kehilangan fokus pada apa yang dimaksudkan dengan peristiwa besar itu: demokrasi, Pemilu,” lanjutnya.

Pertemuan itu, katanya, diharapkan bisa menemukan fokus dan prioritas untuk menjadi gerak bersama dalam sebuah konsolidasi sehingga Gereja Katolik bisa menentukan sikap dalam menghadapi Pemilu.

Berbicara kepada ucanews.com seusai Misa, Mgr Sensi mengakui bahwa ada beberapa calon legislatif (Caleg) Katolik yang akan berkontestasi dalam Pileg tahun depan.

“Pengalaman membuktikan bahwa peluang sebetulnya ada. Tapi karena (suara) kita tercecer, tidak terkonsolidasi, tidak terkoordinasi, maka kita kehilangan peluang itu,” katanya.

Mengutip Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI Romo Paulus Christian Siswantoko Pr mengatakan ada sekitar 151 Caleg Katolik dari seluruh Indonesia.

“Para Caleg dan mereka yang ingin berkompetisi atau yang sudah terlibat dalam pengawas dan umat yang jadi pemilih, para romo dan Komisi Kerawam bisa memberikan pendidikan politik kepada mereka. Kehadiran Gereja perlu diwujudkan dengan membangun komunikasi, kebersamaan, pencerahan kepada umat,” kata imam – yang akrab disapa Romo Koko – itu kepada ucanews.com.

“Mengapa ini penting? Karena jaman sekarang banyak hal lebih mudah diombang-ambingkan, mudah orang merasa bingung karena berbagai macam hal. Dengan harapan ini, mereka punya pegangan dan bisa ditularkan kepada umat ketika kembali ke keuskupan-keuskupan. Harapannya, setelah kembali, mereka memberdayakan seksi-seksi Kerawam di paroki-paroki. Jadi memanggil ketuanya, setelah pulang, semakin menyebar ke komunitas basis,” lanjutnya.

Menurut Romo Koko, panduan sebenarnya sudah ada. “Kita hanya mengingatkan lagi. Umat Katolik harus tetap berpegang pada iman. Ada kriteria moral yang tidak boleh ditinggalkan. Misalnya kejujuran termasuk dalam berkampanye, menghormati kebebasan dalam memilih, keberanian untuk mengatakan tidak terhadap berbagai macam intimidasi. Hal seperti ini yang riil dihadapi umat,” katanya.

Stefanus Asat Gusma, Caleg Katolik untuk DPRD DKI Jakarta, menyambut baik kriteria moral yang disampaikan oleh Komisi Kerawam KWI.

“Prinsip saya, aktivitas pelayanan saya selama ini pasti membuahkan hasil. Tinggal edukasi kepada umat bagaimana memilih politisi Katolik yang tidak hanya aktif di luar tapi juga yang selama ini mempunyai keterlibatan yang lebih dalam pelayanan terhadap Gereja. Ini ciri khas politisi Katolik,” katanya kepada ucanews.com.

Dalam Pilpres nanti ada dua pasangan calon, yakni Presiden Joko Widodo-Ma’aruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Sementara itu, ada 7.968 Caleg dari sekitar 20 partai politik yang akan berkontestasi dalam Pileg – DPR-RI, DPRD I, DPRD II dan DPD – tahun depan.

Katharina R. Lestari, Jakarta

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi