UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Emeritus Tandag Mgr Ireneo Amantillo Meninggal Dunia

Oktober 12, 2018

Uskup Emeritus Tandag Mgr Ireneo Amantillo Meninggal Dunia

Uskup Emeritus Tandag Mgr Ireneo Amantillo (mengenakan kemeja biru) berfoto bersama para tokoh warga suku yang mengunjunginya di Cebu pada 2015. (Foto: Misi Desa Filipina)

Uskup Emeritus Tandag Mgr Ireneo Amantillo yang membantu pendidikan anak-anak warga suku khususnya di Mindanao meninggal dunia pada Kamis (11/10).

Keuskupan Tandag di Filipina bagian selatan mengumumkan bahwa prelatus itu meninggal dunia di Wisma Redemtoris di Kota Cebu, Filipina bagian tengah, pada usia 83 tahun. Ia telah menderita kanker prostat.

Uskup Amantillo melayani keuskupan itu selama 23 tahun sejak 1978 hingga ia pensiun pada 2001.

Ia ditahbiskan sebagai imam Kongregasi Sang Penebus Maha Kudus (CSsR) di Cebu pada 1962. Ia menjadi uskup auksilier Keuskupan Agung Cagayan de Oro sejak 1976 hingga 1978.

Warga suku di wilayah Andap Valley di Propinsi Surigao del Sur mengatakan mendiang uskup itu “tidak akan pernah dilupakan.”

“Amal kasihnya kepada warga suku akan diceritakan kepada generasi penerus,” kata Datu Jalandoni Campos, seorang tokoh warga suku.

Mendiang uskup itu berperan penting dalam pembangunan sekolah untuk warga suku.

“Ia datang ke sini bukan untuk kristenisasi tetapi untuk membantu kami menghapus buta huruf, membuang ketidakpedulian dan mengatasi diskriminasi,” katanya.

Ia mengatakan mendiang uskup itu “bahkan tidak berusaha membangun kapel” tetapi “memberdayakan kami dengan membangun sebuah sekolah.”

Hati Penuh Belas Kasih

Pastor Teodulo Holgado CSsR mengatakan mendiang Uskup Amantillo memiliki “hati yang penuh belas kasih yang memperhatikan ketimpangan dan ketidakadilan.”

“Ia sungguh memperhatikan warga suku di wilayah itu,” katanya, seraya menambahkan mendiang prelatus itu yakin bahwa setiap orang memiliki hak untuk menempuh pendidikan.

Mendiang uskup itu mendirikan Kerasulan Warga Suku Filipina di keuskupan dengan tujuan untuk memberi program membaca dan berhitung kepada warga suku.

“Uskup Amantillo memimpin para imam dalam menunjukkan kepada kami ketulusan hati dalam pelayanan mereka,” kenang Campos.

Mendiang Uskup Amantillo memerintahkan klerus untuk mengadakan Misa atau katekese di wilayah-wilayah warga suku hanya jika komunitas tersebut memintanya.

Berkat bantuannya, 22 komunitas warga suku bisa membentuk sebuah kelompok pada 1996 dengan sebutan “Bertekun Dalam Perjuangan Demi Generasi Penerus.”

Pada 1997, organisasi itu dan partnernya membangun dan memulai untuk pertama kali 10 sekolah warga suku dengan bantuan dana dari lembaga-lembaga Gereja dan organisasi-organisasi swasta.

Setelah beberapa tahun, sekitar 22 sekolah dibangun di seluruh Propinsi Surigao del Sur di bawah kepemimpinan Uskup Amantillo.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi