UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Ingatkan Para Imam Tidak Calonkan Diri Jadi Pejabat Publik

Oktober 12, 2018

Uskup Ingatkan Para Imam Tidak Calonkan Diri Jadi Pejabat Publik

Seorang kandidat berfoto bersama pendukungnya di tangga Katedral Manila sebelum mendaftar menjadi calon untuk pemilu tahun 2019. (Jire Carreon)

Seorang uskup Katolik di Filipina memperingatkan para imam agar tidak mencalon diri untuk jabatan publik. Himbauan itu muncul karena pekan ini dimulai pembukaan pendaftaran pencalonan diri untuk pemilu tahun depan.

Politik bukan bagian dari tugas imam, kata Uskup Buenaventura Famadico dari San Pablo, ketua Komisi untuk para imam, konferensi wali gereja Filipina.

“Mari kita berikan tugas melayani di pemerintahan kepada umat awam karena kalau kita yang melakukannya, itu artinya kita telah gagal dalam tugas kita,” kata prelatus itu.

Dia mengatakan tugas seorang imam adalah “untuk menyebarkan firman Tuhan dan membimbing umat beriman.”

Pengajuan dokumen pencalonan dimulai pada Mei 2019, pemilihan dimulai pada 11 Oktober dan akan berakhir pada 17 Oktober.

Komisi Pemilihan mengatakan bahwa 61 juta orang Filipina telah memenuhi syarat memilih dalam pemilu tahun depan untuk memilih senator, anggota kongres, dan pemimpin lokal.

Uskup Ruperto Santos dari Balanga mengatakan dia tidak akan mengizinkan seorang pun dari para imam di keuskupannya untuk mencalonkan diri.

“Saya pasti menentangnya, dan tidak akan pernah saya mengizinkan salah satu imam saya untuk mencalonkan diri,” kata prelatus itu, sambil menambahkan bahwa seorang imam “tidak dapat melayani dua tuan.”

“Sebagai imam, kita sudah melayani rakyat, dan kita melayani tanpa tunjangan apa pun, tanpa hak istimewa atau kepentingan pribadi. Imam untuk dan hanya untuk Tuhan,” kata Uskup Santos.

Dia mengatakan, para imam yang mencalonkan diri untuk jabatan publik mengkhianati “panggilan ilahi” mereka.

Uskup Arturo Bastes dari Sorsogon mengatakan, hukum gereja tidak mengizinkan imam memasuki politik. “Ini bertentangan dengan Hukum Kanonik,” katanya.

Di masa lalu, ada imam memenangkan pemilihan, tetapi mereka meninggalkan imamat atau diskors dari tugas imamat.

Seorang pejabat konferensi waligereja, mengingatkan para kandidat yang berencana berdoa di gereja sebelum mengajukan pencalonan agar mereka menghormatinya gerja sebagai rumah ibadat.

Kantor Komisi Pemilihan di Manila berada tepat di seberang Katedral Manila di mana para kandidat biasanya pergi berdoa sebelum mengajukan pencalonan mereka.

“Jangan pergi ke sana seolah-olah Anda menghadiri kampanye politik karena sebuah gereja adalah tempat untuk berdoa,” kata Pastor Jerome Secillano dari komite urusan publik konferensi wali gereja Filipina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi